WONOGIRI—Terminal Tipe A Krisak Selogiri bakal segera memakai sistem pengelolaan berbasis Informasi dan Teknologi (IT). Sebagai awal, pada akhir bulan ini dinas akan melaksanakan uji coba.
Sistem berbasis IT tersebut kini sebagian peralatannya sudah berada di Terminal Tipe A. Di antaranya alat pembaca bus yang masuk atau longreader, chip atau smart card yang ditempelkan di badan bus, CCTV, serta peralatan pengolah data semacam komputer dan lainnya.
Pada prinsipnya, menurut informasi dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Wonogiri, sistem pengolahan berbasis IT memiliki kesamaan dengan sistem sejenis di Terminal Tirtonadi Solo maupun di Terminal Giwangan, Yogyakarta. Yakni, bisa mengetahui data bus yang masuk secara realtime, memilahkan bus yang layak jalan dan yang tidak, serta mengecek kelayakan bus yang bersangkutan. Seluruh informasi yang terkumpul bakal terintegrasi dengan sistem yang sama di Kementerian Perhubungan RI.
“Beberapa peralatan sudah kami tempatkan di Terminal Tipe A Krisak. Dan pada akhir bulan ini, kami melaksanakan uji coba,” kata Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika (Kabid Infokom) Dishubkominfo Wonogiri, Dwi Saputra, Senin (18/8).
Dalam target uji coba tersebut, pihak dinas menyiapkan 30 chip. Chip akan ditempelkan di badan bus dan dibaca melalui longreader.

Penambahan Dana
Selanjutnya, program pengolah IT akan meneruskan informasi dari longreader untuk menyimpulkan apakah bus layak jalan atau tidak, izin trayeknya sudah habis atau masih berlaku.
Lebih jauh Dwi Saputra menyebutkan, uji coba untuk memastikan kesiapan Terminal Tipe A Krisak sebelum benar-benar di-launching nanti.
“Baru sedikit daerah yang akan menerapkan sistem berbasis IT. Sebut saja Solo, Purworejo, Surabaya, Yogyakarta,” sebutnya.
Terpisah, Kepala Dishubkominfo Wonogiri, Ismiyanto menerangkan disebutkan anggaran pengadaan peralatan teknologi informasi yang berasal dari APBD senilai Rp 250 juta. Lantaran kurang, dinas mengajukan penambahan anggaran di APBD-Perubahan (APBD-P) 2014 senilai Rp 200 juta. Tak hanya itu, dinas juga mengajukan proposal dana bantuan ke Kementerian Perhubungan senilai Rp1 miliar.  Aris Arianto