WONOGIRI—Kemarau berkepanjangan dan krisis air bersih di sejumlah wilayah Wonogiri  diyakini bukan hanya gejala alam, melainkan wujud kekuasaan Allah dalam menegur hamba-hambanya. Masyarakat dinilai perlu bercermin diri atas bobroknya akhlak dan kemaksiatan yang dilakukan.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Dewan Masjid Wonogiri, Abdullah Rabbani, saat dijumpai usai mendirikan salat istisqa di Alun-alun Wonogiri, Selasa (3/11).  Ia mengatakan bencana kekeringan yang terjadi bukan semata-mata gejala alam. Segala bentuk bencana merupakan cara Allahdalam menunjukkan kekuasaannya.
“Bencana bisa merupakan ujian untuk mengukur keimanan, atau peringatan karena kemaksiatan yang dilakukan manusia. Maka sebagai umat muslim kita perlu menginstrospeksi diri agar segera kembali kepada Allah,” katanya.
Selain itu Rabbani mengajak umat Muslim bertaubat atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Dengan itu diharapkan rahmat dan pertolongan Allah datang dan permohonan agar turun hujan dikabulkan.
Sementara itu, Masyanto, Kabag Kesra Pemkab Wonogiri mengatakan  salat istisqa ini sejatinya dilaksanakan Jumat (6/11), dipercepat.  Pihaknya beralasan bencana kekeringan semakin parah.
“Selain itu kemarau yang berkepanjangan ini semakin menyebabkan lahan pertanian kering sehingga tidak bisa ditanami dan yang sudah ditanami gagal panen. Di beberapa wilayah bahkan untuk minum saja sulit,” katanya.
Dari pantauan Joglosemar, lebih dari seribu umat Muslim yang terdiri dari unsur pelajar, PNS, TNI/Polri, BPBD tunduk khusyuk dalam salat yang diimami Ustaz Lutfi Baihaqi. Wawan Setya Nugraha, calon wakil bupati nomor urut dua juga tampak khusyuk mengikuti salat istisqa, Selasa (3/11).
Sumarjo, khatib salat istisqa dalam ceramahnya menyampaikan agar selamat dari ujian dan cobaan hidup umat Islam harus bermuhasabah diri. Setidaknya tiap pribadi perlu menengok komitmen keislaman saat ini, tidak hanya ibadah yang bersifat ritual melainkan aspek sosial.
Ia menambahkan setelah salat istisqa hendaknya umat Muslim memperbanyak sedekah. Sebab, sedekah dapat mengundang limpahan berkah dan menjadi penolak bala

Sumber/Wartawan/Penulis : Arief Setiyanto