SUKOHARJO—Kontrubisi objek wisata daerah dan peran duta wisata mendapat sorotan tajam dari Komisi IV DPRD Sukoharjo. Sebab, meski selalu mendapat kucuran dana, kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata dinilai sangat minim.
Anggota Komisi IV DPRD Sukoharjo Moch Samrodin mengatakan, Kota Makmur memiliki cukup banyak potensi objek wisata daerah yang bisa dikembangkan. Hanya saja, kurang mendapat perhatian dan dibiarkan mangkrak. Seperti bangunan peninggalan bersejarah, Keraton Kartasura dan Pesanggrahan Langenharjo. Selain itu masih ada Batu Seribu, Kecamatan Bulu dan Waduk Mulur.
“Sebagian besar justru sudah tutup dan tinggal objek Batu Seribu Bulu di sana masih ada sumber mata air, namun kondisinya sangat memprihatinkan,” ujar Samrodin, Selasa (3/11).
Menurut dia, penyelanggaraan pemilihan duta wisata dalam kegiatan Mas dan Mbak Sukoharjo juga belum sesuai harapan. Mengingat kontribusinya dalam mendongkrak pariwisata dan promosi potensi daerah belum maksimal. “Obyek wisata sudah ada, duta wisata juga ada. Tapi nyatanya potensi wisata Sukoharjo justru tenggelam dan sama sekali tidak ada kontribusinya,” imbuhnya.
Karena itu pihaknya meminta Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (DPOPK) bisa melakukan gebrakan untuk mengembangkan sektor pariwisata. Menurut dia, sudah saatnya sektor wisata memberi kontribusi PAD. Terlebih, permintaan anggaran sudah terpenuhi.

Pembenahan
Ketua Komisi IV DPRD Sukoharjo Wawan Pribadi menambahkan, ada penambahan anggaran sebesar Rp 100 juta pada APBD 2016 untuk perbaikan dan pembangunan sarana dan prasarana di objek wisata Batu Seribu. Seperti perbaikan musola, kolam renang. Untuk itu, pihaknya berharap wisata di sana menjadi lebih baik.
“Minimnya kontribusi PAD menjadi sorotan karena memang sudah banyak anggaran diberikan untuk pengembangan objek wisata,” ujarnya.
Penjabat (Pj) Bupati Sukoharjo, Agus Santosa menyadari kontribusi dari sektor wisata masih belum bisa dimaksimalkan. Menutnya, memang ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mengoptimalkan dan menarik perhatian para pengunjung tempat pariwisata. Seperti infrastuktur penunjang lokasi wisata yang meliputi akses atau jalan, listrik dan lain sebagainya.
Menurut  dia, saat ini masih perlu banyak pembenahan di lokasi pariwisata. Termasuk, menggagas penyelenggaraan event untuk meramaikan tempat pariwisata tersebut. “Memang masih perlu pembenahan-pembenahan di sektor pariwisata,” kata Agus Santosa

Sumber/Wartawan/Penulis : Sofarudin