FAA sudah mengizinkan kami
untuk menguji kapasitas terbang untuk TF-X dalam  skala mini.
Dari uji itu kami akan mengumpulkan
data karakteristik terbang akan akan
diterapkan dalam pilihan desain
mobil terbang ini di masa depan

Dagny Dukach
Juru Bicara Terrafugia

Mimpi manusia untuk memiliki mobil terbang akan terwujud dalam waktu dekat. Pekan lalu, Federasi Administrasi Penerbangan (FAA) Amerika Serikat sudah memberikan izin untuk Terrafugia untuk menguji mobil terbang karya mereka. Namun FAA baru mengizinkan uji coba mobil terbang versi mini tanpa awak.
Terrafugia, sudah mengembangkan teknologi mobil terbang sejak 2013. Mereka mengembangkan mobil terbang yang diberi nama TF-X. Versi terbaru dari prototipe TF-X diresmikan Juli 2015, di mana versi upgrade ini memiliki kecepatan 322 kilometer per jam dengan jarak terbang 805 kilometer. Ia tidak memiliki persyaratan tertentu landasan pacu untuk mendarat atau lepas landas.
Seperti dilansir Autoevolution, Jumat (18/12), diberikannya perizinan ini merupakan langkah maju untuk membawa mobil terbang ke kenyataan.
Juru bicara Terrafugia, Dagny Dukach mengatakan, TF-X merupakan mobil terbang empat kursi yang terlihat mirip dengan mobil biasa, namun memiliki sayap. Tim pengembangan beranggotakan 32 orang telah membangun prototipe model ini untuk pertama kali diuji segera.
“Kemajuan yang signifikan dalam periode pengambangan teknologi ini. Kami sangat senang karena bisa melangkah lebih maju,” ujar Dagny Dukach kepada majalah R&D.
“FAA sudah mengizinkan kami untuk menguji kapasitas terbang untuk TF-X dalam  skala mini. Dari uji itu kami akan mengumpulkan data karakteristik terbang akan akan diterapkan dalam pilihan desain mobil terbang ini di masa depan,” beber Dukach. “Uji terbang menggunakan mesin dengan skala lebih kecil sangat penting sebelum membuat prototipe TF-X dalam skala sebenarnya.”
Dukach mengatakan FAA menyetujui uji coba versi mini akan dilakukan pada ketinggian 121 meter, dengan kecepatan tak lebih dari 160 kilometer per jam.
Mobil terbang menjadi impian beberapa pabrikan, termasuk Henry Ford dan teknisi seperti Paul Moller. Namun, belum ada yang berhasil membuat prototipenya.
Terrafugia telah mengerjakan mobil terbang selama hampir 10 tahun. Perusahaan itu mengklaim, TF-X yang sedang dikembangkan dengan fungsi penerbangan semi-otonom akan lebih mudah dikontrol daripada pesawat. Setelah pengujian prototipe TF-X versi mini berhasil, Terrafugia bakal melanjutkan pengujian versi ukuran penuh. “Kami berharap uji prototipe bisa digelar dalam beberapa bulan ke depan,” lanjut Dukach

Sumber/Wartawan/Penulis : Heru Ismantoro