Hak anak untuk mendapatkan informasi melalui berbagai bentuk media seolah terpinggirkan. Salah satunya dapat kita lihat dari semakin jarangnya program siaran radio untuk anak-anak.
Minimnya siaran untuk anak-anak membawa dampak negatif. Anak-anak bisa terpapar siaran dewasa. Akibatnya anak menerima informasi yang belum waktunya diterima.
Program siaran anak atau pendirian radio anak tentu membawa dampak positif bagi perkembangan anak, seperti turut membangun kecerdasan emosional anak. Stasiun radio juga dapat menjadi wadah anak untuk berekspresi. Hal ini tentu akan membantu anak memiliki kepercayaan diri, perkembangan anak menjadi terarah dan konstruktif.
Agaknya Pemkot Surakarta terlambat menyadari hal ini. Akibatnya stasiun radio yang dimiliki hanya mampu mengudara secara streaming dan di gelombang AM komunitas. Padahal jika pentingnya program siaran anak ini dipahami sejak dulu tentu Pemkot Solo sudah memiliki stasiun radio sendiri, misalnya dalam bentuk Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) yang beroperasi di gelombang FM. Tentu jangkauan siaran dapat diterima lebih luas dan mudah diakses.
Meskipun demikian, upaya Pemkot dengan membuat Radio Komunitas Anak Surakarta (Konata) ini patut diapresiasi. Jika pemerintah benar-benar ingin mewujudkan Kota Solo sebagai kota layak anak, ada baiknya tidak hanya mendirikan Radio Konata. Pemkot Surakarta harus mampu mengintervensi stasiun radio yang ada di Surakarta untuk menyediakan program siaran anak. Setidaknya hal ini akan membangun kembali komitmen untuk memberikan anak hak mendapatkan informasi sesuai dengan usia dan kebutuhannya.


Sumber/Wartawan/Penulis : Arief Setiyanto