Satu Satu aku Sayang Ibu,
Dua dua juga sayang ayah
Tiga tiga sayang adik kakak
Satu dua tiga sayang semuanya

Dendang lagu ciptaan Pak Kasur itu sayup-sayup terdengar dari pengeras suara Stasiun Radio Konata (Komunitas Anak Surakarta) di Taman Cerdas Soekarno-Hatta, Jebres, Solo. Sementara itu, dari balik kaca studio Radio Konata, Esik (17) menyapa pendengarnya.
Usai memutarkan lagu, siswi kelas XI SMA Negeri 2 Surakarta itu membacakan materi siaran. “Sore ini bawain tips-tips belajar buat sahabat Konata,” ujarnya.
Pemilik nama lengkap Desiana Indah ini adalah satu dari tujuh penyiar Radio Konata. Ia mengungkapkan, saat jadi calon penyiar radio bersama rekan lainnya, mereka mendapat latihan dan belajar dari radio swasta di Solo.
Esik berharap, Radio Konata segera mendapat frekuensi layaknya radio komersil. Tidak streaming seperti saat ini. “Ada beberapa kelemahan kalau streaming, tergantung sinyal dan kuota. Yang gak punya kuota gak bisa dengar,” tandasnya.
Isnan Wihartanto, Kasi Pengembangan Informasi dan Komunikasi Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistika mengatakan, pendirian Radio Konata merupakan salah satu bentuk komitmen Pemkot Surakarta dalam mewujudkan Kota Solo sebagai Kota Layak Anak (KLA). Ia mengungkapkan, Radio Konata telah digagas sejak tahun 2015.
“Mulanya kami menggagas untuk siaran di frekuensi FM. Ternyata dari hasil konsultasi, di Solo frekuensi FM sudah penuh, jadi tidak memungkinkan,” ujar Isnan.
Akhirnya, mengudara melalui frekuensi AM Komunitas menjadi pilihan. Pasalnya, untuk mengudara di frekuensi AM Komersial harus menunggu peluang dari Kominfo dan pemohon harus berupa Perseroan Terbatas (PT).
“Kami kemudian mencari titik yang tidak bersinggungan dengan radio lain. Mulanya diusulkan di kantor Dishub, ternyata terlalu dekat dengan stasiun radio bandara, akhirnya pilihan jatuh ke Taman Cerdas Soekarno-Hatta, Jebres,” tutur Isnan.
Pihaknya segera menyelesaikan syarat adminstratif untuk mendapatkan legalitas berdirinya Radio Konata. “Sambil menunggu izin, di pertengahan tahun 2016 Radio Konata sudah on air dengan cara streaming melalui aplikasi Solo Destination,” ungkapnya.
Isnan sadar, tantangan yang dihadapi Radio Konata cukup berat. Pasalnya, saat ini yang berada dalam genggaman setiap orang bukan lagi pesawat radio, melainkan smartphone. Oleh karena itu, kelak meskipun telah mendapatkan izin siar di frekuensi AM Komunitas, siaran secara streaming akan tetap dilakukan.

Sumber/Wartawan/Penulis : Arief Setiyanto