Menyambut bulan suci Ramadan, desainer fashion Muslim Ria Miranda meluncurkan koleksi terbarunya yang diberi nama Sans Titre. Koleksinya kali ini memiliki arti untitled atau tanpa judul.
Nama Sans Titre diusung untuk menggambarkan bentuk pola abstrak dan keberaniannya dalam memainkan warna. Koleksi Sans Titre dari Ria Miranda Signature ini memiliki 15 tampilan dengan pola abstrak dengan warna-warna pastel di setiap busananya.
Desainer berdarah Minang ini mengaku busana Sans Titre lebih banyak memakai bahan satin dengan detail bordir dan payet. Busana untuk musim Ramadhan kali ini juga cenderung pada model kaftan dan dress. Bahannya juga yang nggak biasa dipakai di Ria Miranda. Kebanyakan satin ada velvet juga.
“Terus bajunya juga nggak all size ada dress, palazo, pants, dan outerwear,” tutur Ria Ria Miranda pada saat temu media di Pelataran Ramayana Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Senin (15/5)
Desainer muda berhijab tersebut juga mengungkapkan koleksi Sans Titre bisa dipakai untuk traveling atau mudik. Tak perlu khawatir untuk ribet dan menyetrika kembali, busana Sans Titre diklaim anti kusut.
Sebelumnya, desainer busana Muslim Anniesa Hasibuan lebih dahulu merilis busana Ramadan. Dalam peragaan busana yang dihelat di Metro Department Store Plaza Senayan, desainer yang sudah pamer karya di New York Fashion Week (NYFW) itu menyuguhkan 12 set busana dengan sentuhan warna cerah. Koleksi ready to wear Flowmix Collection tersebut merupakan hasil kombinasi antara tema D’Jakarta yang dipamerkan di NYFW dan tema Cosmoflo.
Anniesa menghadirkan setelan busana yang didominasi palet biru muda dan pink. Sentuhan cokelat dan kuning mustard juga terselip sebagai unsur variasi busana. Perpaduan outerwear berbahan ringan seperti sifon, satin, dan sutera dipilih desainer berusia 30 tahun itu untuk tampil minimalis.
Kesan yang elegan tercipta dari penambahan material lace juga payet sebagai detail di beberapa busananya. Anniesa juga menyajikan teknik digital printing pada sejumlah koleksinya. Seperti maxi dress bernuansa bunga Sakura dalam teknik printing. Ia pun memadukan dress tersebut dengan long outerwear berbahan sifon yang ringan. Ia juga berusaha mengadaptasi gaya busana Jepang dengan tambahan obi di pinggang.
“Ini memang untuk koleksi Ramadan dan Idul Fitri. Aku juga pakai print motif bunga Sakura karena terinspirasi dari Jepang. Waktu aku traveling ke sana, aku suka bunga Sakura dan aku juga nambahin obi yang khas Jepang,” papar Anniesa belum lama ini.


Sumber/Wartawan/Penulis : Detik