Masih melekat di ingatan, kala itu, ketika bencana gunung meletus melanda Yogyakarta. Tahun 2010 tepatnya, ketika Gunung Merapi marah dan meluluhlantakkan kehidupan, menghabiskan harta benda juga jiwa penduduk sekitarnya.
Ribuan cerita memprihatinkan berjejal, namun seiring berjalannya waktu, menjadi kenangan yang melekat dan memberikan daya tarik tersendiri.
Masyarakat dapat menikmati sekaligus merefleksi diri dengan peninggalan sisa erupsi melalui paket-paket wisata yang disediakan oleh para pemuda atau pengelola kawasan Merapi, salah satunya melalui paket wisata Lava Tour Merapi.
Joglosemar bersama sejumlah rombongan media dari Solo dan Yogyakarta berkesempatan mengikuti Lava Tour Merapi yang digelar oleh Otoritas  Jasa Keuangan (OJK) Solo pada Rabu (24/5).
Mengendarai Jeep, mobil mengangkut empat penumpang. Para wisatawan mesti berpegangan tangan yang erat, karena kecepatan mobil berpacu dengan medan terjal yang ada akibat erupsi. Bagus salah satu pemandu sekaligus driver Jeep Weels mengatakan selama kurang lebih 4 jam para wisatawan akan diajak untuk menikmati jalur sisa erupsi Gunung Merapi. “Medan yang ditempuh lumayan terjal,” jelasnya kepada Joglosemar, Rabu (24/5).
Perjalanan segar dan menantang dimulai dengan memasuki jalanan terjal, hutan kecil yang teduh, dan beberapa rumah warga yang hancur serta lahan-lahannya yang mulai tumbuh rerumputan. Di sepanjang jalan, terhampar perkampungan mati yang sudah rata tanah, lautan dan gundukan pasir, sampai pemakaman massal korban Merapi. Sesekali pengemudi harus menginjak gas saat roda masuk ke dalam cekungan jalan maupun menanjak di gundukan batu. Bahkan, tak jarang karena jalanan yang semakin mengecil, antara jeep satu dengan yang lainnya saling bertemu.

Sumber/Wartawan/Penulis : Bersambung