Teman-teman pernah nggak sih merasa, kalau pengin membanggakan kedua orangtua, tapi bingung harus bagaimana? Sementara prestasi akademik biasa saja.
Lani (10), mengaku bingung harus bagaimana. Siswa kelas 6 SD ini nggak tahu harus berbuat apa. “Ibu itu kalau di rumah sering marah gara-gara aku sering lelet kalau dimintai tolong,” kata dia.
Paling sering itu, lanjut Lani ketika dia disuruh mandi. “Lagi asyik main, disuruh mandi. Duh, sebel. Jadi, males-malesan gitu. Terus ibu marah-marah,” ujarnya.
Meski begitu, ibu suka memuji Lani. Dia kerap mencuri dengar ketika ibunya berbincang dengan bapak atau tetangga. Terutama, mengenai nilai pelajaran agama Islam dan hapalan surat-surat pendek.
Ssst, jangan sedih ya teman-teman. Ternyata, nggak sulit kok untuk bikin orangtua bangga. Tak perlu menunggu hingga anak menjadi profesor dulu agar orangtua bangga. Hanya karena hal sepele ayah dan ibu bisa merasa beruntung dan sangat luar biasa menjadi orangtua.
Sejatinya, orangtua tidak peduli akan menjadi siapa anaknya kelak, atau berapa kekayaan anak suatu hari nanti. Anak terlalu indah untuk menjadi sosok yang membuat orangtua tersenyum.
Maka, inilah hal-hal sepele yang membuat orangtua merasa berarti dan bangga memiliki anak, seperti dilansir Okezone dari Popsugar, Sabtu (27/5).
Meski terdengar kontradiktif untuk mengatakan anak independen karena mungkin orangtua dianggap mengacuhkan anak. Tetapi, orangtua bangga melihat anaknya hidup mandiri dari mereka.
Jadi, teman-teman bisa mulai melakukan semua kebutuhan sendiri. Kalau waktunya mandi ya segera mandi. kalau waktunya belajar ya segera ambil buku untuk mengulang pelajaran.

Saling Support
Meninggalkan anak bermain sendiri, bersama saudara atau teman-teman kemudian mereka berimajinasi menciptakan permainan dan sebuah karya, akan membuat orangtua takjub. Mereka tumbuh dengan segudang imajinasi dan aktif beraktivitas. Teman-teman tak perlu takut untuk beraktivitas. Asal, kegiatan yang positif. Tekuni terus, selain bisa membanggakan orangtua, teman-teman juga bisa meraih prestasi dari hal yang disukai.
Memiliki dua saudara atau lebih yang saling support satu sama lain dalam hal meraih prestasi baik akademik, maupun non-akademik, bagi orangtua itu adalah nikmat yang tak ternilai harganya. Kalian adalah anak-anak hebat yang punya tujuan dan saling membantu.
Di mana ada kemauan pasti ada jalan. Itulah satu-satunya sikap anak yang diinginkan orangtua. Teman-teman bisa mencari solusi atas masalahnya sendiri tanpa meminta bantuan ayah, ibu, kakak atau adik, adalah alasan orangtua merasa menang sebagai manusia atas segala macam masalah yang pernah dihadapi.

Sumber/Wartawan/Penulis : Amrih Rahayu