Ramadan selalu membawa inspirasi bagi siapa saja. Terutama umat Muslim. Bulan suci ini adalah bulan di mana mereka harus mengendalikan nafsu, tak sekadar menahan lapar dan minum tapi juga mengendalikan nafsu lainnya.
Meski tidak makan dan minum, bukan berarti harus menghentikan semua kegiatan. Tapi, justru semakin banyak meningkatkan kegiatan untuk mempertebal iman dan takwa. Mulai dari Salat tarawih, buka bersama, pengajian hingga kegiatan sosial lain.
Banyaknya kegiatan yang dilakukan ini, utamanya para Muslimah, membuat desainer Solo, Uzy Fauziah merancang sejumlah koleksi menjelang Ramadan.
“Koleksi ini kita tampilkan pada 26 Mei lalu, ada delapan outfit yang kita tampilkan,” kata dia saat ditemui di Galerinya DJ by Uzy di Jl Sidoluhur 45, Laweyan, Solo, Sabtu (4/6).
Rancangan ready to wear ini kebanyakan terdiri dari tiga pieces. Dia menggunakan kain tenun Palembang motif sibori dengan material kain viscose dolbi. Serta, kain lurik tenun mesres asli Klaten.
Garis rancangan dalam koleksinya dia lebih banyak mendesain busana longgar sesuai busana Muslimah. Mulai dari atasan A line, outer hingga celana kulot lurus dan kulot lebar.
“Karena model kain tenun Palembang itu tipis dan jatuh, saya lebih banyak memainkan cutting layer-layer untuk mempercantik serta longgar di setiap busana,” terang wanita berkerudung ini.
Agar bisa dipakai Muslimah, Uzy menambahkan atasannya dengan tenun mesin lurik Klaten. Dengan benang katun yang lebih rapat membuat busananya lebih cantik dan tidak menerawang ketika dipadupadankan dengan tenun Palembang yang tipis.
Warna-warna jingga seperti langit sore, menjadi pilihannya. Seperti merah, oranye, hitam, krem, merah bata dan jingga. Itulah kenapa dia memberi tema karyanya ini Pelangi Senja. Karena, warna-warna tersebut sering muncul di sore hari.
Seperti koleksi padu padan kemeja berwarna oranye berlengan ¾ dengan aksen ruffle dan tali di bagian lengan. Kemeja tersebut dipadupadankan dengan kulot lebar dari tenun lurik. Kemudian, dipermanis dengan outer layer menjuntai di bagian depan dari tenun Palembang dengan motif dibori merah berwarna kombinasi merah, hitam dan krem.
Koleksi lain yang tak kalah cantik adalah tenun Palembang warna jingga dengan model kaftan. Masih sama, dipadu dengan kulot dan atasan kemeja kulot dari tenun lurik.
Tak jauh beda yaitu, kemeja lurik dengan ruffle di bagian lengan serta dipermanis dengan bagian depan tali pita. Kulot lebar masih menjadi pilihan Uzy untuk mempercatik koleksinya. Dia menambahkan outer panjang sampai mata kaki. Pemakainya terlihat lebih feminim dan elegan.
“Di koleksi ini, saya ingin menonjolkan kesan feminim. Busana ready to wear ini bisa dipakai dalam kegiatan resmi atau santai. Untuk lebih resmi bisa dipadupadankan dengan dress,” katanya.
Uzy juga menambahkan syal turban di bagian kepala pada semua koleksinya. Hal ini untuk menekankan bahwa koleksinya tersebut bisa dipakai semua kalangan. Untuk Muslimah, tinggal memadupadankan dengan busana panjang.
“Tinggal tambah kerudung untuk Muslimah. Kalau yang lain, bisa juga dipadupadankan dengan lengan pendek atau rok pendek sesuai selera dan kebutuhan,” katanya.

Sumber/Wartawan/Penulis : Amrih Rahayu