KARANGANYAR—PT Solo Ngawji Jaya (SNJ) selaku pengelola jalan Tol Solo-Kertosono (Soker) mengakui masih ada 54 titik perlintasan tol dengan jalan kampung dan kabupaten, yang hingga kini belum bisa dikerjakan.
Meski demikian, pihaknya memastikan kondisi jalan Tol Soker sudah siap dilintasi pemudik yang diperkirakan jumlahnya akan naik 100 persen dari tahun lalu.
Hal itu terungkap saat dilakukan inspeksi ke lokasi jalan Tol Soker oleh PT SNJ, bersama DPRD Provinsi Jateng serta Bupati Karanganyar, Juliyatmono, dari kepolisian hingga instansi terkait, Selasa (6/6).
Direktur Utama PT SNJ, David Wijayanto mengungkapkan secara umum, kondisi Tol Soker sudah cukup aman dan siap untuk menyambut pemudik musim Lebaran 2017 ini.
Menurutnya, semua jalur tol dari pintu masuk Kartasura hingga Ngawi sudah dalam kondisi beton semua. Dari progress pengerjaan, jalur Kartasura sampai Karanganyar sudah mencapai 90 persen, Karanganyar-Mantingan 76 persen dan Mantingan-Ngawi mencapai 58 persen.
Namun, ia mengakui sejauh ini masih ada problem yakni 54 titik perlintasan sebidang tol dengan jalan kampung yang belum bisa diselesaikan pembuatan overpass-nya. Hal itu dikarenakan masih terkendala pembebasan lahan yang belum selesai. Perlintasan itu tersebar dari Kartasura hingga Ngawi.
“Kalau strukturnya sudah selesai, tinggal pembebasan lahannya yang
belum. Kalau sudah dibebaskan lahannya, pembangunan overpass-nya butuh 3 bulan. Tapi tidak pengaruh karena kita akan tempatkan petugas untuk menjaga setiap titik perlintasan itu dan nanti kita pasangi rambu-rambu juga,” paparnya.
David menguraikan, dengan kondisi jalan yang sudah lebih baik dari
tahun lalu, ia memperkirakan jumlah pemudik via Tol Soker tahun ini akan meningkat dua kali lipat. Jika tahun lalu jumlah kendaraan mudik tercatat 4.000 unit, tahun ini diperkirakan bisa mencapai 8.000 hingga
10.000 kendaraan.

Ngasem Mengkhawatirkan
Bupati Karanganyar, Juliyatmono meyakini kondisi tol sudah aman dan tidak akan terkendala untuk dilalui pemudik. Hanya, ia sedikit khawatir dengan jalur pintu masuk tol di Ngasem, Boyolali dan Klodran, Colomadu, Karanganyar. Pasalnya, menurut perkiraannya kondisi arus lalu lintas di dua pintu masuk itu pasti akan padat selama arus mudik dan balik. Ia berharap ada rekayasa lalu lintas untuk mengatasi penumpukan kendaraan di dua pintu masuk tersebut. Terutama saat arus balik nanti.
“Persoalannya saat arus balik di Ngasem. Kendaraan keluar tol ingin ke
Semarang harus ke kiri dulu lalu mencari celah belokan ke kanan di Kartasura. Tidak bisa dari tol ke kanan karena ada pembatas jalan,’ jelasnya.
Sementara, Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hadi Santoso menilai kondisi overpass di 54 titik yang belum selesai, bisa sangat membahayakan. Karenanya, pihaknya berharap PT SNJ, Pemkab dan kepolisian bisa mengupayakan agar perlintasan tersebut tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan pemudik via tol maupun pengguna jalan kampung.
“Jika nanti perlintasan tidak segera dikerjakan, itu akan sangat membahayakan kalau nanti dioperasikan untuk mudik lebaran. Makanya kami berharap bisa segera diselesaikan,” tegasnya.

Sumber/Wartawan/Penulis : Wardoyo