BALAIKOTA—Jembatan gantung akan dibangun di atas Sungai Bengawan Solo untuk menghubungkan Kampung Beton, Solo dengan Gadingan, Sukoharjo. Sehingga ke depan akses penyeberangan tidak perlu memakai perahu ataupun melewati Jembatan Mojo.
“Itu akan dibangun seperti jembatan gantung yang ada di Selo, Boyolali,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Surakarta, Joko Supriyanto kepada wartawan, Selasa (6/7).
Rencana pembangunan jembatan gantung di lokasi itu merupakan usulan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani saat meninjau lokasi tersebut beberapa waktu lalu. Keberadaan jembatan ini nantinya akan memudahkan masyarakat khususnya yang ada di Gadingan Sukoharjo untuk menuju Kota Solo. Pasalnya selama ini mereka harus memutar sampai jembatan Mojo untuk mencapai Kota Solo.
“Itu dibangun untuk mengakomodir warga Sukoharjo ke Solo. Kepentingannya untuk lebih memudahkan perekonomian, itu usulan dari Menteri Puan Maharani bukan kita, jadi saat tim dari pusat datang kita kaget,” kata dia.
Untuk panjang jembatan tersebut sekitar 200 meter dengan lebar sekitar 1,8 meter dan khusus pengguna sepeda motor. Nanti pilar jembatannya dari tanggul ke tanggul dan sudah di survei bersama, makanya bentangannya cukup jauh.
Pemberatnya itu ada di kabel, jadi kalau kena tekanan angin akan sedikit goyang. “Ini yang mengerjakan dari pemerintah pusat dengan anggaran lebih dari Rp 20 miliar dan akan dibangun tahun ini. Itu nanti ada empat paket jadi satu, Jembatan Tirtonadi, flyover Manahan, Jembatan Gadingan dan Jembatan Kranggan,” ungkap dia.
Lanjut dia, itu tidak ada rumah warga yang terkena proyek jembatan tersebut. Memang dulu ada rumah di sana tapi lokasinya berada di kawasan bantaran sungai dan sekarang sudah dibongkar ikut program relokasi. “Memang saat kajian itu masih ada rumah tapi sekarang sudah dibongkar,” imbuhnya.
Sementara itu Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo mengatakan jika saat ini sedang memproses pembebasan lahan warga yang akan terdampak pembangunan jembatan itu. Setidaknya dibutuhkan lahan kosong seluas 80 meter persegi untuk mendukung pendirian konstruksi jembatan. “Itu bukan kita yang usul. Kita hanya diajak koordinasi saja dan pengerjaan dari pusat. Adanya ini bisa memudahkan warga khususnya di Sukoharjo,” pungkasnya.

Sumber/Wartawan/Penulis : Ari Welianto