SRAGEN—Dua Kanit di Polres Sragen yakni Aiptu SUJ (53) dan Aiptu JOK alias Tindik (44) serta pegawai LP Sragen, AGP (54), terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara atas kasus pesta narkoba yang mereka lakukan Rabu (3/5) silam. Hal itu terungkap dari berkas perkara yang sudah diterima Kejari Sragen dari Polres, Selasa (6/6).
Kajari Sragen, Herrus Batubara melalui Kasie Pidana Umum, Dananjaya Widi Harsono mengungkapkan, berkas perkara pesta narkoba para pejabat dan aparat itu diterima dua hari lalu. Berkas Kanit Reskrim Polsek Sambirejo, Kanit Intelkam Polsek Tangen, dan pegawai LP itu dijadikan satu berkas lantaran perbuatan pesta sabu dilakukan secara bersama-sama.
Dari berkas perkara kepolisian terungkap ketiga tersangka bakal dijerat dengan pasal 112 subsider 127 yakni memiliki, menguasai, dan menggunakan narkoba. Mengacu pasal ini, ancaman hukuman yang bisa dijeratkan adalah minimal empat tahun dan maksimalnya 15 tahun.
“Sudah diterima kemarin (dua hari lalu). Ini masih dalam tahap penelitian oleh jaksa. Ada tenggat waktu 14 hari untuk meneliti bagi jaksa dan menentukan apakah diberi petunjuk untuk P-21 ke polisi,” ungkapnya.
Danan menguraikan, dari berkas perkara itu juga dicantumkan beberapa keterangan saksi yang memperkuat perbuatan pesta sabu yang dilakukan ketiganya bersama satu orang PNS dan Kasie PBB BPPKAD yang kabur saat penggerebekan. Juga turut dilampirkan pula hasil tes urine ketiga tersangka yang semuanya menunjukkan hasil positif.
Hasil tes urine itulah yang menurut Danan nantinya memperkuat dakwaan dan pasal yang akan dijeratkan. Pihaknya memastikan setelah penelitian selesai, akan segera disampaikan ke penyidik kepolisian. Perihal indikasi adanya salah satu Kanit yang disebut-sebut juga dikenal nyambi pengedar sabu, Danan menyampaikan, dalam berkas perkara memang hanya disebutkan pasal pengguna dan memiliki.
Penyerahan berkas juga dibenarkan oleh Kasat Narkoba Polres Sragen, AKP Joko Satriyo Utomo. Ia mengungkapkan, berkas untuk perkara pesta sabu dua Kanit dan sipir LP memang sudah diserahkan ke Kejari. “Sudah (diserahkan). Tinggal menunggu hasil penelitian dari jaksa,” katanya melalui pesan singkat.

Sumber/Wartawan/Penulis : Wardoyo