Siapa bilang kerupuk hanya renyah saat di gigit. Camilan yang akrab di lidah orang Indonesia ini ternyata dapat ‘disulap’ menjadi hiasan indah. Di tangan Chef Setyo Budiarjo, ribuan kerupuk dapat diubah menjadi miniature Masjid Kapal Nabi Nuh.
Tak perlu jauh-jauh ke Semarang, kita dapat menikmati keindahan Masjid Kapal Nabi Nuh dalam ukuran yang lebih mungil. Miniatur objek wisata tersebut selama Ramadan mengisi ruang di lobi Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH).
Miniatur Masjid Kapal Nabi Nuh dibuat dari camilan yang akrab di lidah kita, yakni kerupuk, kuping gajah dan kue cuplis, serta taburan biji kedelai. Chef Tyo menuturkan kerupuk yang dibutuhkan sebanyak 17 kilogram, terdiri dari kerupuk berwarna putih sebanyak 10 kilogram dan kerupuk berwarna kuning sebanyak 7 kilogram.
Kue kuping gajah sebanyak 1 kilogram dan kurma seberat satu ons dipilih sebagai bahan untuk membuat ornamen. Sedang untuk kubah dipilih kue cuplis sebagai bahan baku. “Sengaja kami pilih kerupuk di banding karena bahan ini lebih tahan lama di ruang terbuka. Kalau coklat gampang leleh,” katanya Selasa (6/6)
Pembuatan miniature objek wisata Masjid Kapal Nabi Nuh tiga orang. Setidaknya butuh waktu tiga minggu untuk merampungkan hiasan tersebut. Proses paling sulit yakni pembuatan rangka kapal yang menelan waktu tiga minggu. Sedang proses pembuatan detail kapal hanya satu minggu.
Tahun-tahun sebelumnya, hiasan lobi KSPH saat juga berbahan dasar pangan lokal. Yakni pembuatan sajadah dengan aneka biji-bijian, seperti kacang hijau dan jagung dan jahe. “Selain menyuguhkan icon Ramadan yang baru, kami juga mengapresiasi pangan lokal,” imbuhnya.
Marketing Communications Manager KSPH, Tia kristiani menambahkan, pihaknya terus mengasah kreativitas untuk membuat ikon baru dalam menyambut bulan suci Ramadan dan Idul Fitri. Sebagai upaya mengapresiasi pangan lokal pihaknya kerap mengambil bahan-bahan tradisional untuk bahan baku pembuatan.
“Kami selalu menyuguhkan yang beda, masing-masing ada filosofisnya. Pembuatan kapal Nabi Nuh ini menyiratkan harapan, agar bulan Ramadan yang membawa keselamatan bagi yang menjalankan ibadah di dalamnya. Sebagaimana kapal Nabi Nuh yang membawa keselamatan bagi orang-orang di dalamnya,” ujar tia.

Sumber/Wartawan/Penulis : Arief Setiyanto