WONOGIRI—Mbah Jinem (72), penderita kanker mata yang berasal dari keluarga tidak mampu itu, akhirnya meninggal dunia, Selasa (6/6). Perempuan yang tidak mempunyai anak itu telah dimakamkan di kampung halamannya di Dusun/Desa Watuagung, RT 1 RW 2, Kecamatan Baturetno .
Direktur RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso (RSUD SMS) Wonogiri, Seryorini melalui Wakil Direktur Pelayanan Medik, Adi Dharma mengatakan, Mbah Jinem meninggal dunia sekitar pukul 03.30 WIB. Saat itu, dia sebenarnya masih dalam masa pemulihan kondisi umum. Jenazah dipulangkan sekitar pukul 06.45 WIB menggunakan ambulans milik RSUD.
“Sebenarnya kami merawatnya untuk memulihkan kondisi secara umum, kemudian rencana kami rujuk ke RSUD Solo,” kata Adi.
Dia menyebutkan, malam harinya di saat pergantian jadwal perawat, kondisi almarhum masih cukup baik. Akan tetapi, selepas itu kondisi umum Mbah Jinem makin memburuk. Tensinya mulai menurun, kemudian kadar gulanya mengalami peningkatan disertai gejala panas tinggi. “Kemungkinan juga akibat inveksi dari penyakit yang di deritanya,” tandas dia.
Sementara itu ratusan pelayat memadati rumah perempuan yang tinggal di Dusun Watuagung RT1/RW2 Desa Watuagung, Kecamatan Baturetno itu. Informasi sari sumber koran ini, kebanyakan datang dari luar Baturetno. “Bisa jadi karena kabar Mbah Jinem ini yang mengundang rasa empati para takziah,” ungkap sumber koran ini.
Menurut dia, Mbah Jinem dimakamkan di pemakaman umum setempat sekitar pukul 11.30 WIB. Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Wonogiri ikut mengiringi pemakaman.

Sumber/Wartawan/Penulis : Aris Arianto