SRAGEN—Maraknya peredaran obat terlarang dan narkoba di kalangan pelajar beberapa waktu terakhir mendapat atensi khusus dari Pemkab Sragen. Selain itu, tingginya angka kematian ibu melahirkan dan pernikahan dini diminta menjadikan warga makin waspada.
Hal itu terungkap ketika digelar Ashar Keliling di Dukuh Ngablak, Desa Ngrombo, Kecamatan Tangen yang dihadiri Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Wabup Dedy Endriyatno, Selasa (6/6). Di hadapan seribuan warga, tokoh masyarakat, dan jajaran Muspika maupun Muspida,  Wabup mengingatkan pentingnya pengawasan dini terhadap anak-anak dan remaja.
“Kami harapkan tahun depan mudah-mudahan warga Ngrombo dan Sigit bisa lebih maju. Perlu saya sampaikan di Sragen ini untuk pernikahan dini dan jumlah perceraian semakin bertambah banyak. Ini perlu pengawasan kita semua untuk anak-anak kita,” kata Wabup.
Ia juga menekankan untuk ibu hamil perlu diperhatikan jangan sampai ada risiko ibu hamil karena sekarang di tiap kecamatan sudah ada puskesmas, jadi harus rutin untuk memeriksakan kehamilan. Untuk narkoba, menurutnya, sekarang sudah masuk sampai ke pelosok desa. Maka dari itu, sebagai tanggung jawab semua pihak untuk menjaga keluarga kita untuk menjauhi barang haram tersebut.
Selanjutnya, Bupati menambahkan dalam sambutannya menyampaikan, Pemkab sudah membeli tanah di Kecamatan Tangen untuk didirikan rumah sakit tipe D. Rumah sakit itu nantinya dibangun untuk melayani masyarakat Tangen, Gesi, Jenar, dan sekitarnya. “Kami minta doanya semua, mudah-mudahan bisa terlaksana dengan baik dan lancar,” jelasnya. 

Sumber/Wartawan/Penulis : Wardoyo