SOLO—Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap beredarnya uang palsu (upal) di Kota Solo, terutama menjelang Lebaran. Pasalnya, peredaran upal di Kota Solo saat ini menggunakan modus baru yaitu dengan membelanjakannya di warung-warung kecil.
Kasatreskrim Polresta Surakarta, Kompol Agus Puryadi mengungkapkan, sasaran pengedar upal saat ini menyasar warung-warung kecil yang tidak memiliki lampu ultraviolet untuk memeriksa keaslian uang.
“Kasus terakhir peredaran upal terjadi di kawasan Kecamatan Jebres, tepatnya di Kelurahan Jagalan, akhir pekan lalu. Korbannya ada tiga, semuanya memiliki warung di rumahnya. Pengedar upal ini makin cerdik karena tidak lagi membelanjakan uangnya ke SPBU ataupun swalayan. Melainkan ke warung-warung kecil,” ujarnya, Selasa (6/6).
Terkait hal itu, Agus mengimbau separuh masyarakat untuk lebih waspada dan segera melapor ke pihak berwajib jika mendapati upal. “Hati-hati menerima uang Rp 100.000 dari orang yang tidak dikenal. Jika memang uangnya mencurigakan, sebaiknya tidak diterima,” tandasnya.
Di sisi lain, Jajaran Polsek Jebres mendatangi tiga korban upal di kawasan tersebut dan mengganti kerugian para korban. Selain itu, petugas Polsek juga mengambil upal Rp 100.000 sebanyak tiga lembar sebagai barang bukti.
“Upal dari ketiga korban kami sita sebagai barang bukti. Kami berjanji akan menelusuri pelaku penyebar uang palsu tersebut,” terang Kapolsek Jebres, Kompol Juliana.


Sumber/Wartawan/Penulis : Triawati Prihatsari Purwanto