SRAGEN—Aksi pencurian menimpa juragan sapi asal Dukuh Sidomulyo RT 12, Desa Pengkol, Kecamatan Tanon, Haji Sumanto alias Manto (49), Senin (5/6) malam. Rumahnya yang kosong ditinggal salat Tarawih, dibobol pencuri sekitar pukul 19.45 WIB.
Pelaku yang diduga masuk dengan melompat pagar dan mencongkel pintu belakang itu, berhasil menguras uang tunai dan perhiasan senilai total Rp 401,5 juta. Informasi yang dihimpun di lapangan, pelaku diperkirakan sudah mengintai dan memanfaatkan kondisi rumah yang malam itu kosong ditinggal Tarawih.
Aksi pencurian diketahui kali pertama oleh korban dan istrinya, Hj Mulyani (45) sepulang dari Tarawih di masjid sekitar pukul 19.45 WIB. Menurut keterangan korban, malam itu sekitar pukul 18.45 WIB, ia bersama istri dan anaknya, Annisa Nur Khasanah (15), pergi ke masjid untuk salat Isya dilanjutkan Tarawih.
Rumah pun ditinggal kosong tanpa penjaga. Namun sebelum pergi, mereka tak lupa mengunci semua pintu. Sekitar pukul 19.45 WIB, korban sekeluarga pulang dari masjid dan langsung menuju rumah. Saat membuka pintu rumah, ia kaget mendapati kondisi pintu sudah dalam keadaan tidak terkunci. Ia makin panik ketika mendapati kondisi dalam rumah berantakan.
Saat mengecek ke kamar dan lemari, semua uang dan perhiasan sudah raib dari tempatnya. Seketika sang istri juga langsung histeris melihat uang arisan sepeda motor sistem gugur yang dikelolanya sebesar Rp 200 juta juga sudah amblas. “Iya benar. Rumah saya habis kena (kebobolan) semalam,” ujar Manto dengan nada lesu, Selasa (6/6/).
Dari hasil pengecekan, pelaku menggondol sebuah tas hitam berisi uang tunai Rp 100 juta hasil penjualan dagangan sapi di rumahnya. Lantas, uang tunai arisan milik sang istri sebanyak Rp 200 juta yang disimpan di lemari, juga ikut disikat.
Perhiasan puluhan gram berupa gelang, kalung, cincin, dan emas Arab senilai hampir Rp 100 juta juga amblas. Tak hanya itu, pelaku juga menyikat sebuah HP merek Oppo seharga Rp 1,5 juta milik korban yang ditinggal di kamar. “Total kerugian diperkirakan senilai Rp 401,5 juta,” kata Kapolres Sragen melalui Kapolsek Tanon, AKP Agus Jumadi di sela-sela olah TKP kemarin.
Kapolsek menjelaskan, dari hasil olah TKP di lokasi kejadian, memang tidak ditemukan petunjuk signifikan yang bisa mengarahkan kepada oknum pelakunya. Namun, ia memastikan dari bekasnya, pelaku diperkirakan masuk ke rumah melalui pintu utama bagian belakang yang dicongkel.
Perihal kemungkinan jumlah pelakunya apakah tunggal atau lebih dari satu, Kapolsek belum bisa memperkirakan lantaran minimnya bukti dan petunjuk yang ditemukan di lokasi. Ia hanya memastikan, saat ini tim Polsek bersama Reskrim Polres Sragen terus mengintensifkan pengembangan dan penyelidikan untuk melacak serta mengungkap identitas pelaku. “Nanti kalau sudah ada perkembangan, kami sampaikan,” tukasnya.
Di sisi lain, kabar pembobolan besar-besaran yang menimpa juragan sapi itu langsung memantik empati warga sekitar. Informasi yang diterima, uang Rp 200 juta milik istri korban yang turut disikat adalah uang yang dikumpulkan dari paguyuban arisan motor yang dikelolanya.
Padahal, rencananya uang arisan itu akan dibuka pada tanggal 10 Juni mendatang. Sementara, yang Rp 100 juta sisanya adalah uang hasil penjualan dagangan sapi di rumah sebelum hari pasaran sapi yang jatuh pada Selasa kemarin. “Sejak kejadian, wis tangisan. Siapa nggak sedih, uang segitu banyaknya. Gek mas-masane nilainya juga ratusan juta karena emas dari Arab,” tutur salah satu warga, Darso.

Sumber/Wartawan/Penulis : Wardoyo