Bahkan seorang pengendara motor juga menjadi korban reruntuhan saat melintas
di lokasi kejadian.

SOLO—Dua orang tewas usai tertimpa tembok bangunan tua di kawasan Kelurahan Jebres, Selasa (6/6).
Jasad Parman (40) warga Gondang Rejo, Karanganyar dan Suparmo (45) warga Wonogiri belum juga keluar dari kamar jenasah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi. Tubuh keduanya meregang nyawa setelah tertimpa dinding bangunan yang ambruk.
Sementara itu, Darmadi (36) warga Gondang Rejo, Karanganyar masih merintih kesakitan saat diboyong ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr Moewardi. Ia sat satunya buruh yang selamat dalam kejadian nahas itu.
Masih menahan sakit, Darmadi menuturkan detik-detik peristiwa nahas yang merenggut dua nyawa itu. Ia dan kedua rekannya diminta untuk mengambil kusen yang masih menempel pada dinding bangunan di kawasan Warung Pelem, Jalan Ir Juanda, Kampung Balong, Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres.
Sekitar pukul 08.30 WIB, ia dan kedua rekannya mulai menggempur jengkal demi jengkal dinding yang telah usang dimakan usia itu. Ia mengerjakan bagian atas, sedang kedua rekannya mengerjakan bagian bawah.
Pekerjaan ketiga buruh itu mulanya berjalan lancar. Namun, sekitar pukul 11.45 dinding mulai tampak miring. Tiba-tiba dinding roboh dan menimpa Parman (40) dan Suparmo (45). Darmadi mengaku sempat menyelamatkan diri, namun harus dibayar dengan cedera parah pada kakinya. “Sebelum tembok roboh, saya sempat melompat, tapi dua teman saya tidak sempat menyelamatkan diri,” katanya di RSUD Dr Moewardi, Selasa (6/7)
Tak hanya menewaskan dua orang buruh bangunan dan satu orang luka parah, bahkan seorang pengendara motor juga menjadi korban reruntuhan saat melintas di lokasi kejadian. Korban menderita luka pada kaki dan tangan. Selain itu motor korban juga rusak akibat diterjang reruntuhan. “Saya nggak tahu kalau tembok itu mau roboh. Pas saya di bawahnya tiba-tiba tembok itu ikut menimpa saya,” ujar warga asal Boyolali itu
Sementara itu, Kapolsek Jebres, Kompol Juliana mengatakan pihaknya tengah melaksanakan patrol di sekitar lokasi kejadian. Melihat kerumunan ia langsung mendatangi dan menemukan dua korban terkulai tak berbeaya akibat tertimpa dinding yang roboh. Sedang seorang korban mengalami cedera parah pada bagian kaki.
“Yang meninggal dua dengan loka pada kepala  dan satu luka berat dengan luka pada kaki, untuk pengendara yang lewat hanya luka ringan,” katanya Kompol Juliana menilai bangunan yang roboh itu telah sangat tua. hal itu tampak dari konstruksi bangunan yang rapuh. Kasus ini selebihnya ditangani Polresta Surakarta.
“Ini murni kecelakaan kerja. Yang juga saya sayangkan aktivitas ini sebelumnya tidak ada pemberitahuan pada pihak kepolisian. Padahal dampak dari pembongkaran ini mengganggu arus lalu lintas,” katanya.

Sumber/Wartawan/Penulis : Arief Setiyanto