SOLO—Peredaran uang palsu kembali marak terjadi. Ironisnya, pelaku sengaja membidik para pelaku usaha kecil sebagai korban. Setidaknya, Selasa (30/5) lalu tiga warga menjadi korban.
Sri Pujangsih (52) mengaku masih trauma. Warga Kelurahan Jagalan RT02/ RW11 Kecamatan Jebres yang sehari hari menjual makanan itu baru kembali membuka lapaknya hari ini. Ia mengaku sempat berhenti jualan sempat menerima uang palsu dari seorang laki-laki yang membeli lauk pauk di warungnya.
Puji mengaku tidak hafal wajah pelaku, lantaran pelaku tak melepas helm yang dikenakan. Saat itu pelaku tampak terburu-buru dan menyodorkan uang Rp 100.000 untuk membayar lauk pauk yang hanya senilai Rp 16.000
“Dia minta kembalian dulu, dan bilang titip belanjaan nanti diambil lagi. Akhirnya saya kasih uang kembalian Rp 84.000. Saya tunggu lama kok lama nggak kembali, saya pikir pasti ada yang tidak beres, terus saya cek uang seratus ribuan tadi ternyata benar uang itu palsu,” katanya Selasa (6/6).
Tak ingin menjadi korban lagi, Sri Pujaningsih membeli alat pendeteksi uang baru. Ia harus merogoh yang senilai Rp 250.000 untuk antisipasi saat melakukan transaksi.
Korban lain, Soniyem penjual nasi soto. Ia korban kedua setelah Sri Pujaningsih. Pasalnya kejadian hanya berselang setengah jam. Korban berikutnya adalah Prabowo (59) warga yang sehari-hari menjual es balok itu juga menjadi korban pengedar uang palsu sekitar pukul 17.00 WIB.
Warga Kelurahan Jagalan RT02/ RW12 Kecamatan Jebres itu, masih ingat betul saat kedatangan pembeli yang menyodorkan uang Rp 100.000. Padahal es balok yang dibeli hanya Rp 5.000. Tanpa pikir panjang Prabowo segera memberikan uang kembalian. “Tahunya waktu setor ke parkir, uang seratus ribuan itu katanya palsu.,” katanya

Waspada
Kapolsek Jebres, Kompol Juliana meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Peredaran uang palsu kerap terjadi jelang Lebaran. Ia meminta masyarakat untuk teliti sebelum menerima uang saat melakukan transaksi. “Teliti dulu sebelum menerima. Kalau sudah terlanjur, segera laporkan pada polisi,” katanya
Lanjutnya, dari hasil penggalian informasi dari tiga kejadian, pelaku diduga merupakan orang yang sama. Kompol Juliana mengaku berkomitmen untuk menelusuri peredaran uang palsu yang telah meresahkan masyarakat itu.
Pihaknya juga segera mengambil barang bukti uang palsu dari tangan para korban. Sebagai gantinya Kompol Juliana mengganti dengan uang Rp 100.000 yang asli. Pihaknya juga mengajarkan para korban untuk membedakan uang asli dan palsu.

Sumber/Wartawan/Penulis : Arief Setiyanto