Ketenangan Panti Asuhan Misi
Nusantara tiba-tiba terusik saat dua bocah berlari ketakutan dari lantai tiga. Hal itu mengundang
kecurigaan
pengasuh panti.

Arief Setiyanto

Panti Asuhan Misi Nusantara “basah kuyup” usai warga dan petugas pemadam kebakaran menjinakkan api. Panti asuhan di Kampung Kandangsapi, RT 5 RW I, Kelurahan Tegalharjo, Kecamatan Jebres, Solo itu nyaris terbakar lantaran ulah iseng dua bocah penghuni panti.
Ketenangan panti tiba-tiba terusik saat Ri (7) dan Rc (5) keduanya lari ketakutan dari gudang penyimpanan kasur panti asuhan yang berada di lantai tiga.
“Saya dan pengasuh lainnya sedang membersihkan kamar yang berada di lantai dua. Saya tanya kenapa mereka berlarian, tapi mereka diam saja.
Setelah saya paksa sedikit mereka akhirnya ngaku kalau main api unggun di ruang atas,” ujar Sarah Ayu, pengasuh panti, Sabtu (17/6).
Mendengar jawaban kedua anak itu, Sarah terperanjat. Ia lantas lari gudang penyimpanan kasur di lantai tiga. Dugaannya tak meleset, “api unggun” yang dibuat anak asuhnya telah melahap sebagian kasur dan kian berkobar-kobar. Teriakan minta tolong terlontar dari mulutnya seketika melihat kobaran api.
Seluruh pengasuh panti langsung menyusulnya dan mencoba memadamkan kobaran api. Namun upaya yang dilakukan sia-sia.
“Mulanya mau kami padamkan sendiri, tapi api malah semakin besar, akhirnya saya telepon pemadam kebakaran,” ujar Sarah.
Sarah tak tahu dari mana dua bocah iseng itu mendapatkan korek api. Kondisi panti memang sepi, sebab setelah sarapan, anak-anak panti bersekolah, sedang yang masih kecil bermain sendiri-sendiri. “Saya tidak tahu kapan keluarnya beli korek api,” pungkas Sarah
Masih tampak bingung atas ulah jahilnya, Ri menuturkan detik demi detik “permainan api unggun” yang nyaris membakar sesisi panti asuhan itu. Sebelum kejadian ia membeli korek api di warung. Lalu, ia dan seorang temannya naik ke lantai atas untuk membuat api unggun.
“Saya mau main api unggun. Pertamanya saya bakar kertas pakai korek api kayu, karena kecil saya tambah pakai kayu di kasur. Tapi api semakin besar, terus saya lari,” tuturnya
Kapolsek Jebres Kompol Juliana mengungkapkan, pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pukul 09.30 WIB. Mendengar kabar kejadian kebakaran itu ia dan personelnya bergegas ke lokasi kejadian.
Lanjutnya, pengurus panti, warga dan tiga unit mobil Damkar berhasil menjinakkan kobaran api selama dua jam. Namun, gudang berukuran 3×5 meter beserta barang yang terbuat dari kayu telah hangus terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian ditaksir sekitar Rp 30 juta.
“Tidak ada unsur kesengajaan, peristiwa ini murni ketidaksengajaan dari bocah yang bermain api di tempat yang mudah terbakar. Dengan kejadian ini kami meminta kepada pengurus panti untuk lebih meningkatkan pengawasan kepada anak-anak jika mendapati bermain mainan yang membahayakan,” pungkasnya.

Sumber/Wartawan/Penulis :