Merayakan Lebaran tidak akan lengkap bila tanpa santap opor dan ketupatnya. Berbincang-bincang dengan kerabat dan tetangga menjadi satu hal yang pasti dijalankan oleh warga Muslim di Indonesia. Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta pun tak ingin melewatkan momen tersebut dengan warganya. Caranya adalah dengan menggelar kegiatan open house di kantor dinas Walikota atau Balaikota Surakarta.
Joglosemar pun mencoba mengonfirmasi agenda tahunan tersebut ke ke bagian rumah tangga Pemkot Surakarta.
Ditemui di kantornya, Kasubbag Rumah Tangga, Nico Agus Putranto mengutarakan open house memang agenda rutin setiap Lebaran yang dilakukan di Balaikota Surakarta.
Di balaikota yang berlokasi Jl Jenderal Sudirman No 2 Kampung Baru, Pasarkliwon tersebut gelaran open house akan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB. Semua unit Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga seluruh lapisan rakyat diundang dan dipersilakan untuk hadir bersama.
“Seluruh OPD, BUMD dan masyarakat Solo dimanggakke untuk hadir saat open house nanti,” tuturnya.
Niko mengaku pihaknya telah memesan menu makanan yang akan disajikan. Ia mengatakan daftar menu biasanya adalah menu masakan tradisional solo dan juga khas Lebaran. Seperti halnya lontong, opor ayam, soto ayam, bakso, sate ayam dan lainnya.
“Pokoknya semuanya nanti dilengkapi. Mulai yang manis hingga gurih. Jadi biar bervariasi. Untuk Pak Walikota atau Pak Wakil Walikota ndak ada permintaan menu khusus, karena semua sudah ada di daftar menu yang kita siapkan. Paling, beliau ikut menata desain tata ruang open house saja,” ulasnya.
Niko mengaku untuk mendapatkan katering saat Lebaran sangatlah sulit, terutama terkaita dengan pekerjanya. Karena hampir semua warga yang juga pekerja katering melakukan mudik Lebaran atau hanya sekadar liburan.
Niko pun memprediksi jumlah warga yang akan datang ke acara open house akan membludak. Untuk itu ia mempersiapkan sekitar 1.400 porsi makanan yang akan disajikan secara prasmanan kepada para pengunjung open house.
Pihaknya mempercayakan konsumsi acara open house dan sarapan bersama setelah salat Idul Fitri di Balaikota itu ke dua katering. Yakni, Nikmat Rasa untuk open house dan Delima Katering untuk Sarapan Bersama.
Niko menyebut anggaran untuk Sarapan Bersama setelah salat Idul Fitri untuk 1.500 porsi yakni Rp 60 juta. Sementara, untuk open house Rp 136.500.000. Jadi, total anggaran yang digunakan Rp 196.500.000

Dipercaya
Saat dikonfirmasi, Marketing Nikmat Rasa, Roni Riyanto pun membenarkan pihak kateringnya yang dipercayai untuk pelayanan makanan saat open house di Pemkot Surakarta. Ia mengaku ini bukanlah kali pertama pihaknya dipercaya oleh Pemkot untuk menangani kebutuhan makanan saat open house. Bahkan kepercayaan tersebut sejak kepemimpinan Slamet Suryanto, Joko Widodo hingga FX. Hadi Rudyatmo.
“Seingat saya tidak satu tahun pun atau satu Lebaranpun kami absen dari acara open house,”akunya.
Roni mengatakan untuk menjaga kepercayaan pelanggan dalam hal cita rasa, pihaknya selalu menjadi pendengar yang baik. Caranya adalah dengan memberikan kuesioner kepada pelanggannya seusai acara digelar.
“Karyawan saya 50:50 Muslim dan non Muslim. Jadi ketika ada perayaan untuk umat Muslim, yang non Muslim bisa bertugas di lapangan. Selain itu open house merupakan acara santai. Jadi tidak perlu karyawan terlalu banyak. Misalkan kalau di pernikahan butuh 50 orang, kalau open house hanya separuhnya,” jelasnya.
Untuk open house, dia merinci sejumlah menu yang diminta. Di antaranya kuliner khas Solo, yaitu timlo Solo dan tengkleng. Ada pula lontong opor, sate ayam, sampai dengan es dawet.
Sementara itu, Marketing Delima Katering, Juntik mengatakan untuk Sarapan Bersama pihaknya dipercaya oleh Pemkot Solo untuk menyajikan dua menu masakan. Yakni, soto ayam dan nasi liwet dengan jumlah porsi total 1.500. Rinciannya 1.400 porsi untuk umum dan 100 porsi untuk tamu VIP.
“Besok setelah salat Ied itu untuk umum kami sediakan teh, air mineral, soto ayam dengan lauk tahu, tempe dan karak. Sementara nasi liwet ada karak ayam suwir telur dan karak. Kalau untuk tamu VIP ada tambahan sate paru dan berkedel,” ungkapnya.
Juntik mengaku ia akan membuat persiapan mulai sekitar pukul 04.00 WI. Untuk VIP , menu akan disajikan dengan peralatan bolo pecah. sementara untuk umum, akan disajikan dengan bungkus sekali pakai.
“Kami akan pasang beberapa titik tempat sampah juga biar nanti setelah makan langsung bisa dibuang,”kata dia.

Sumber/Wartawan/Penulis : Dynda Wahyu Wardhani