SOLO—Persis Solo ditahan imbang Persatu Tuban 0-0 dalam laga uji coba di Stadion Manahan Solo, Sabtu (17/6) sore. Kuatnya barisan belakang Laskar Ronggolawe menjadi batu sandungan penggawa Laskar Sambernyawa untuk mencetak gol.
Pertemuan pemuncak klasemen grup 4 dan grup 5 kemarin berlangsung ketat. Persis Solo terlihat kesulitan mengembangkan permainan pada babak pertama. Sodoran bola dari sektor tengah kerap dipatahkan barisan belakang Persatu. Tercatat hanya satu peluang melalui tembakan Joko Prayitno menit 2 yang sempat membahayakan gawang tim tamu yang dijaga Fajar Setiabudi.
Tim tamu bukan tanpa peluang pada paruh pertama. Mengandalkan kecepatan para penyerangnya, lini kedua Persatu justru kerap mendapat ruang tembak terbuka. Sayang, tak ada satupun tembakan anak-anak Tuban yang mengarah ke gawang Persis. Babak pertama berkesudahan tanpa gol.
Permainan Laskar Sambernyawa tampak lebih hidup setelah masuknya Eli Nasoka menggantikan Bayu Andra pada paruh kedua. Beberapa kali tusukan Joko Prayitno dan Bayu Nugroho dari sektor sayap merepotkan pertahanan Persatu.
Peluang emas pun didapat Persis Solo lewat sepakan jarak jauh Dedi Cahyono menit 63. Hanya saja tembakan pemain jebolan Persis Jr itu hanya membentur tiang kanan gawang Persatu. Pun hanya tembakan pemain pengganti, Bakori Andreas yang hanya menyamping di sisi kanan gawang Persatu.
Untuk menambah daya gedor, Persis Solo memasukkan Rudiyana dan Ade “Aldo” Kurniawan. Persatu pun melakukan rotasi dengan memasukkan hampir seluruh pemain cadangannya. Namun begitu, hingga wasit meniup peluit panjang, skor tetap 0-0.
Atas hasil tersebut, Pelatih Persis Solo, Widyantoro menyebut ada beberapa hal yang menjadi catatan untuk dievaluasi sebelum menghadapi PSIS Semarang, 6 Juli mendatang. Soal hasil seri, pelatih asal Magelang itu tak terlalu mempermasalahkannya.
“Uji coba ini sesuai dengan apa yang saya inginkan. Persatu bermain cukup bagus. Pada babak pertama kami sempat kesulitan menghadapi tekanan lawan. Tapi setelah babak kedua jalan, anak-anak mampu keluar dari tekanan,” terang Widyantoro usai pertandingan.
“Soal pertandingan yang berakhir imbang, saya tidak kecewa. Karena memang tujuan dari pertandingan ini untuk evaluasi. Salah satunya mencoba formula baru pada babak kedua tadi, dengan mencoba Bayu Nugroho sebagai penyerang. Ini jadi catatan untuk kedepannya,” tambahnya.
Terpisah, Pelatih Persatu Edi Sudiarto mengaku cukup puas dengan peforma anak asuhnya. Koordinasi bertahan sudah sesuai dengan keinginan tim pelatih. Kemajuan ini pun menjadi modal baik sebelum menghadapi Persebaya Surabaya, 6 Juli mendatang.
“Tetap ada evaluasi dari pertandingan ini. Tapi secara keseluruhan saya puas dengan peforma pemain. Terutama pressing ketat yang membuat permainan Persis goyang,” ucapnya.
Uji coba ini menjadi yang terakhir bagi kedua tim, sebelum memasuki libur lebaran pada Rabu (21/6). Baik Persis maupun Persatu sama-sama memulai latihan lagi pada 28 Juni mendatang.


Sumber/Wartawan/Penulis : Nofik Lukman Hakim