Artinya untuk satu bawahan, model bisa menggunakan setidaknya empat bahan untuk atasan dalam berbagai acara.

Dunia anak kecil cenderung lebih berwarna dan meriah. Memakai pakaian dengan asesoris yang unik tentu membuat mereka terlihat semakin lucu dan menggemaskan. Apalagi bila mereka didandani layaknya model. Dengan kostum dan make up yang telah disesuaikan pasti membuat para penonton berdecak kagum.
Salah satu desainer kostum cilik, Anita Sari mengatakan kostum yang digunakan dalam setiap acara fashion show biasanya sudah ditentukan sesuai tema. Tema yang biasa diangkat seperti kasual, pesta hingga batik glamor.
“Kalau anak-anak itu yang penting warnanya aja. Warna cerah itu pasti sudah menjual banget,” ungkapnya.
Seperti salah satu baju rancangannya ini, Anita mengaku dengan bentuk seperti itu, model tidak memerlukan asesoris tambahan di kepala. Dengan hanya mengikat rambut atau dikepang bisa membuatnya lebih menarik. “Nggak perlu ada asesoris tambahan di kepala karena bajunya sudah colorfull,”katanya.
Meski terlihat seperti gaun, Anita mengatakan itu hanyalah modifikasi antara atasan dan bawahan. Yang mana tujuannya agar bila model merasa sumpek atau panas, maka salah satunya bisa dilepas. Sehingga tidak memerlukan waktu yang lama bila akan mengenakannya kembali.
“Anak kecil itu kan banyak gerak. Jadi nggak mungkin kita membuat baju yang ribet untuk dia karena nanti justru kita yang susah. Jadi biar mempermudah semua baju itu dibuat atasan dan bawahan,” ungkapnya.
Dijelaskan Anita, untuk membuat baju seperti itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Awalnya ia harus memotong kain yang berbahan organza tersebut berpola lingkaran. Kain yang digunakan pun ukurannya mencapai 22 meter. Setelah itu harus memadupadankan setidaknya empat warna untuk bawahan tersebut. Kemudian jahitan dirapikan dengan dikrill senar. “Ini berwarna banget. Jadi meriah sekali kalau dipakai anak kecil,” tuturnya.
Sementara untuk atasannya, Anita mengungkapkan hanya menggunakan kain batik atau katun biasa. Kain broklat atau korneli pun juga bisa dimanfaatkan. Semua tergantung tema acara. Artinya untuk satu bawahan, model bisa menggunakan setidaknya empat bahan untuk atasan dalam berbagai acara.
Selain itu, untuk menambah kesan elegan, atasan tidak menggunakan kancing atau resleting. Tapi menggunakan tali di belakang sebagai pengikat. Alhasil, ukuran baju pun akan lebih mudah disesuaikan dengan bentuk tubuh.
“Jadi bisa untuk acara yang sangat resmi atau hanya pesta biasa. Yang penting anak itu nyaman,” terangnya.
Saat fashion show, Anita mengaku tidak ada kain berbahan khusus yang disiapkan. Bahkan ia pernah menggunakan kain sprei bila memang tema yang diangkat justru lebih cocok menggunakan kain sprei. Ia mencontohkan saat ada tema Negara dan kebetulan sprei dengan sablonan bendera negara pun cocok digunakan.
“Jadi kainnya tinggal diikat dan dijahit sesuai dengan ukuran model. Pokoknya semua tergantung gimana ide kreatif dan imajinasi kita aja,” ulasnya.
Hal senada juga diamini oleh Anis Wahyuni. Wanita yang mulai mendesain busana fashion show sejak akhir tahun 2015 ini juga melakukan hal yang sama. Awalnya hanya untuk mendandani anaknya yang jadi model cilik.
“Kainnya disesuaikan saja. Kadang-kadang sering pakai bahan yang ada di rumah dimanfaatkan sisa-sisa kain yang ada,” katanya.
Anis mengakui, untuk busana fashion show, desainernya harus sering berimajinasi karena tema ditentukan oleh panitia penyelenggara.
Beberapa karyanya yang bertema kasual, lebih menonjolkan pada warna-warni ceria. Seperti busana atasan tanpa lengan dengan bawahan rok ruffle. “Untuk kainnya saya pakai katun dan tile. Dengan konsep ambil dari ide warna-warni pelangi Mejikuhibiniu,” ungkapnya.
Tak terlalu berbeda, dia masih menggunakan banyak warna. Anis memperlihatkan kain kaus bisa didesain dengan cantiknya sebuah busana one off shoulder dengan mengaplikasikan bunga mawar dari bahan senada. “Ini casual sporty, ide tema dari cheerleaders girls,” jelasnya.
Selain membuat yang casual, Anis juga beberapa kali bereksplorasi dengan tema pesta glamor. Menggunakan bahan mix antara satin bridal dan organza serta katun. Sebuah dress mini berwarna cokelat dengan tambahan rok ekor dari bulu-bulu.
“Untuk menambah kesan glamor, saya tambah payet blink-blink dan manik-manik serta bulu ayam,” pungkasnya.

Sumber/Wartawan/Penulis : Dynda Wahyu Wardhani | Amrih Rahayu