Dunia fashion terus mengalami perkembangan dan semakin berwarna. Ini berkat bermunculannya para desainer muda yang memiliki banyak koleksi. Salah satu desainer muda berbakat itu adalah Yesi Miftahul Jannah (21).

Ari Welianto

Yesi fokus pada batik dengan campuran tenun dan lurik. Ia bikin busana yang sederhana tapi menarik dan bisa dipakai khususnya oleh anak muda. Salah satu karyanya adalah atasan kelelawaran atau lengan besar yang full bordir atau rok lilitan.
“Dari awal memang fokus di batik, yang dibuat dengan berbagai model. Karena selama ini peminat batik anak muda itu sedikit, akhirnya dibuat konsep agar anak muda mau memakainya,” ujarnya belum lama ini.
Yesi mulai terjun di dunia fashion pada tahun 2014 dengan membuka butik sendiri bernama HR Boutique. Usahanya itu berawal dari orangtuanya yang telah bergelut dengan dunia batik. Ia pun memanfaatkan kain batik dagangan orangtuanya dengan dibuat busana berkonsep batik.

Untuk model-modelnya, ia buat dan jahit sendiri dengan mencari inspirasi di internet. Sedangkan untuk polanya digambarkan orang lain. “Jadi mulai dari bahan sampai desainnya saya sendiri. Untuk bahannya tidak dibuat bebas, karena motif dari batik itu beda, punya karakteristik sendiri tidak pasaran, contoh kalau kawung maka kawungnya itu beda,” kata perempuan kelahiran Mei 1996 ini.
Untuk model yang dibuat sederhana, tapi tetap bisa dipakai untuk acara resmi atau santai. Sejauh ini respons masyarakat cukup bagus dan banyak yang berminat. “Kita buat tidak banyak, hanya terbatas namun dikompliti, jika merah maka ada merah marun atau seterusnya. Kita juga menerima pesanan jika ada masyarakat yang ingin model lain,” imbuh mahasiswa Jurusan Farmasi UNS 2015 ini.
Untuk brand yang dibuat sendiri dengan nama “Miftahul Desain” rencana akan di daftarkan ke pemerintah. Bahkan sejak 2015 lalu, hasil karya Yesi sering dikenakan oleh model-model ternama di acara fashion show. Dari situ karyanya akhirnya dikenal luas dan sampai di luar Jawa. “Itu sebagai promosi, selain juga lewat media sosial,” ujar Yesi.
Ia menambahkan, dirinya mengupayakan setiap satu bulan muncul tiga model baru dengan berbagai motif. Sehingga setiap hari harus mencari ide atau inspirasi untuk model terbarunya. “Satu bulan itu kalau bisa ada tiga model terbaru. Kalau bisa ke depan lebih berkembang lagi dan batik makin dikenal masyarakat. Glamor boleh tapi tetap ada nuansa batik,” jelasnya.
Dengan bisnis yang semakin berkembang, Yesi tetap tidak melupakan tugasnya sebagai mahasiswa. “Kuliah tetap aktif dan fokus. Yang jelas tetap menjalani semua, tidak meninggalkan salah satu,” tandasnya.

Sumber/Wartawan/Penulis :