SRAGEN—Aksi pencurian terjadi di SDN Ngrombo 2, Kecamatan Tangen, Kamis (3/8) pagi. SD yang beralamat di Dukuh Sidorejo, Desa Ngrombo, Kecamatan Tangen itu disatroni pria tak dikenal yang kemudian mencuri sebuah laptop milik seorang guru yang ditinggal di ruangan guru.
Pelaku yang terdeteksi laki-laki dan mengendarai sepeda motor itumenggasak laptop dan beberapa barang berharga milik Indah DwiHartatik, (40) asal Dukuh Sidorejo RT 24/07, Sragen Wetan, Sragen.
Pelaku mencuri laptop merek Toshiba berukuran 14 inch, satu buah tas berisi uang tunai Rp 9 juta, KTP dan beberapa buku berharga.
Informasi yang dihimpun di lapangan, aksi pencurian diketahui sekitar pukul 10.15 WIB. Saat itu sejumlah guru curiga melihat seorang priatak dikenal keluar dari ruangan guru dan kemudian mengendarai sepedamotor dengan
tergesa-gesa.
Belum sempat ditanya, pria tak dikenal itu sudah kabur. Bersamaandengan itu, beberapa guru langsung menuju ke ruangan kantor termasukkorban. Saat dicek, korban ternyata kehilangan laptop dan tas yang ditinggal di mejanya. Selain laptop, tas berisi uang tunai Rp 9 juta, KTP, ATM mandiri , BRI , SIM A dan C buku rek BPD dan mandiri milik korban juga ikut disikat.
Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian belasan juta rupiah. Mendapati ada yang hilang, beberapa guru sempat berusaha melakukanpengejaran. Akan tetapi tersangka sudah terlanjur jauh dan mereka kehilangan jejak.
Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Tangen, AKP Sartumengungkapkan sebenarnya pelaku sempat terdeteksi ketika keluar dariruangan guru. Akan tetapi tidak ada yang menyangka bahwa pelaku telahmencuri laptop dan tas milik korban di ruangan guru.
“Tahunya setelah dicek kok laptop dan tas sudah nggak ada. Barukemudian dilakukan pengejaran tapi sudah terlanjur nggak ketemu.
Pelaku sempat diketahui mengendarai Yamaha Vixion warna merah nopolnyaK. Salah satu guru sempat melihat pelaku memarkir kendaraannya dibawah pohon sawo tapi nggak memperhatikan karena fokus memasangtelesir,” jelasnya.
Menurutnya saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Pihaknyasudah meminta keterangan saksi-saksi dan korban untuk kemudiandilakukan pendalaman dan pelacakan tersangka.

Sumber/Wartawan/Penulis : Wardoyo