SOLO—Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo berencana memperluas tempat penyimpanan koper jemaah calon haji tahun depan. Pasalnya, kondisi tempat penyimpanan koper calon haji hanya mampu memuat koper dari tiga kloter atau sekitar 1.080 koper.
Kepala Subbag Humas PPIH Embarkasi Solo, Badrus Salam mengakui, jika kedatangan calon haji mencapai empat kloter maka otomatis penyimpanan koper calon haji meluber hingga ke ruang penerimaan calon haji.
“Tingkat urgensinya tinggi ya, karena kapasitas ruang penyimpanan koper memang hanya untuk tiga kloter. Maka kalau yang datang empat kloter pasti langsung overload. Untuk itu kami sudah mengusulkan untuk perluasan ruang penyimpanan koper dan akan dilaksanakan tahun depan. Setidaknya bisa muat untuk koper empat hingga lima kloter,” ujarnya, Jumat (4/8).
Kendati demikian, Badrus memastikan keamanan koper para calon jemaah tetap terjaga meskipun berada di ruang penerimaan calon haji. Pasalnya, penjagaan oleh personel keamanan dilakukan selama 24 jam penuh. “Ada tenaga pengamanan khusus dan dijaga selama 24 jam penuh. Personel penjaga selain dari PPIH, juga ada dari kepolisian dan Angkatan Darat (AU),” imbuh Badrus.
Sementara itu, dua calon haji dari Embarkasi Solo meninggal dunia Kamis (3/8) lalu di Madinah. Kedua calon haji atas nama Hadi Arjo Singareja Singaleksana (87) warga Kesenat, Banjarmangu, Banjarnegara dan Indriyani Wahadi Wiyono (54) warga Sukawara, Badamara, Purbalingga meninggal dunia karena serangan jantung mendadak.
“Kami menerima informasi meninggalnya kedua calon haji dari sistem komputerisasi haji terpadu (Siskohat) dan mereka sudah dimakamkan di Al Baqi Madinah,” papar Badrus. Sedangkan sampai Jumat (4/8), Embarkasi Solo telah memberangkatkan 23 kloter dengan jumlah calon haji sebanyak 8.201 orang.

Sumber/Wartawan/Penulis : Triawati Prihatsari Purwanto