BANJARSARI—Dua puluh finalis Putra Putri Solo 2017 digembleng tentang tata busana solo dalam pembekalan dengan materi Ngadi Sariro Ngadi Busana, Kamis (2/7) di Lodji Hotel. Tak hanya dituntut mampu mengenakan busana secara mandiri, para finalis juga diharap mengerti makna filosofis dari pakaian yang dikenakan.
Panitia Kegiatan Ulil Yulianto Setiabudi mengatakan Ngadi Sariro Ngadi Busana seolah telah menjadi materi wajib pada pembekalan finalis Putra Putri Solo. Materi ini sangat penting, sebab hal ini akan sangat bermanfaat dalam menjalankan tugas sebagai duta wisata. Setidaknya para finalis dapat mengenakan busana Jawa secara mandiri.
“Sebagai duta wisata kalau ada event baik di dalam maupun luar negeri harus selalu siap, termasuk mampu mengenakan busana Jawa secara mandiri,” ujarnya.
Tak hanya mampu mengenakan, para peserta juga diharapkan mengetahui makna filosofis dari pakaian yang dikenakan. Selain itu juga tahu kapan jenis-jenis busana tertentu dikenakan.
Sementara itu, Direktur Akademi Seni Mangkunegaran, Ira Kusumorasri memberikan pembekalan pada para finalis putri. Dalam kesempatan singkat itu Ira membeberkan apa yang dipersiapkan perempuan dalam berbusana. Ia juga mengajarkan cara mengenakan jarik, mengombinasikan warna dan motif pakaian, hingga gelung.
“Saya sempat tanya ternyata semuanya belum pernah jarikan (memakai kain jarik) sendiri. Tapi nggak pada dengan latihan beberapa kali nanti bisa. Kalau untuk gelungan memang butuh bantuan orang lain,” ujarnya.
Tak hanya itu Ira juga menjelaskan secara singkat makna filosofis dari motif batik. Sebab motif batik berhubungan dengan waktu pemakaiannya. “Misalnya sidomukti, sidoluhur dan sidoasih bisanya dikenakan saat upacara pengantin. Dengan makna filosofis, agar pasangan pengantin
mukti, mukyi, sukses, berbahagia dan saling mengasihi,” jelasnya
Ira berharap pascaajang pemilihan Putra Putri Solo 2017 para finalis dapat megenakan pakaian Jawa sendiri tanpa harus datang ke salon.” Ke depan saya harap mereka bisa berbusana sendiri,” pungkasnya.

Sumber/Wartawan/Penulis : Arief Setiyanto