Berita duka menyelimuti dunia kedokteran. Dokter muda yang sempat memandu acara Dr OZ Indonesia, dr Ryan Thamrin meninggal dunia kemarin karena penyakit maag kronis yang dideritanya setahun terakhir.
Mungkin sudah banyak yang mendengar penyakit ini, tapi seberapa bahayakah hingga bisa mengancam jiwa? Dilansir dari Better Health, maag kronis mengacu pada maag yang muncul baik di perut atau di bagian pertama dari usus yang mengarah ke perut, yang disebut dengan usus 12 jari.
Banyak yang berpikir jika penyebab dasar maag adalah stres, merokok, dan pola makan yang tidak teratur. Namun, bakteri Helicobacter pylori (H pylori) dikenal sebagai penyebab dari sebagian besar maag di usus 12 jari dan 60 persen maag perut.
Bakteri H pylori juga memicu berbagai gejala dispepsia atau gangguan pencernaan. Penemuan mikroorganisme bakteri H pylori ditemukan pada tahun 1983, membuat revolusi di banyak aspek gastroenterology, termasuk pengobatan maag.
H pylori hidup di dinding perut dan zat kimia yang dihasilkannya menyebabkan iritasi dan peradangan. Bakteri ini penyebab langsung 1/3 penyakit maag dan menjadi kontributor dari sekitar 3/5 kasus maag.
Sejumlah peneliti yakin bakteri ini juga berperan dalam berkembangnya kanker perut. Sementara, komplikasi serius dari maag adalah pendarahan ulkus dan bisa mengancam jiwa khususnya pada orang tua atau mereka yang memiliki beberapa masalah medis.
Maag yang parah dan tidak tertangani sering kali membakar dinding perut, membuat cairan dan makanan yang tercerna bocor ke dalam lubang abdominal. Kondisi medis darurat ini dikenal dengan tukak lambung. Biasanya, pengobatannya membutuhkan operasi segera.
Sementara itu, dilansir dari laman Healthline, maag sendiri terdiri dari dua jenis, yakni akut dan kronis. Akut terjadi kurang dari enam bulan, sedangkan kronis berlangsung selama lebih dari satu tahun.
Maag dipicu oleh beberapa hal, seperti secara eksternal yaitu konsumsi makanan pedas dan asam atau minuman beralkohol. Kemudian, secara internal yaitu tipisnya garis perlindungan lambung atau hadirnya bakteri di sistem pencernaan, bakteri H pylori.
Biasanya, maag ditandai dengan adanya mual dan muntah, serta rasa nyeri di area atas lambung. Namun, kondisi maag sendiri sering kali diabaikan oleh banyak orang.
Abainya masyarakat terhadap kondisi maag, memicu tingginya angka komplikasi akibat penyakit maag. Sebab, maag dapat membuat tubuh kesulitan menyerap ragam vitamin, baik yang dibutuhkan tubuh seperti vitamin B12, zat besi, kalsium, dan magnesium.
Jika kondisi maag dibiarkan tanpa diobati, bakal berpotensi memicu perdarahan lambung. Bahkan, maag dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap kanker perut.


Sumber/Wartawan/Penulis : Widi Purwanto