Manusia hanya bisa berencana, tapi semua akhirnya kembali pada kuasa sang pencipta. Perjuangan keras Sri Puji Astuti (35) alias Tutik yang dianiaya menggunakan linggis oleh suaminya, Agus Supriyo (44) yang bertugas di Satpol PP Sragen dan kemudian gantung diri, akhirnya pupus, Kamis (3/8).
PNS di RSUD Sragen yang sempat selamat setelah bertahan 12 jam usai dianiaya dan dibuang di kebun karet Kedawung itu, mengembuskan napas terakhirnya di RSUD dr Moewardi Solo pukul 09.00 WIB. Kondisi wajahnya yang hancur dengan luka parah dengan rongga mulut dan saluran pernapasan, membuat ibu tiga anak itu tak tertolong.
“Kami mendapat kabar meninggal jam 09.00 WIB. Kemudian jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 15.00 WIB. Langsung dimakamkan di pemakaman umum Manding. Dekat dengan bayinya yang kemarin meninggal setelah dioperasi di RSUD Sragen,” kata Ketua RT 1 RW XII, Sumengko, Sragen Tengah, Suyatno.
Kepergian Tutik tak ayal meninggalkan duka mendalam. Tidak hanya keluarga dan ibu yang tinggal serumah, air mata para petakziah utamanya rekan-rekan sekantor korban, juga terlihat menetes sejak kedatangan jenazah hingga menuju ke pemakaman.
Terlebih, tangisan putra pertamanya dari pernikahannya dengan Agus, Adiyastha Alfiandira (3) yang meronta melihat jenazah ibunya diberangkatkan ke pemakaman, makin membuat petakziah terharu. Bahkan saking terharunya, beberapa rekan sekantor korban silih berganti menggendong Dias sembari menenangkannya.
“Iya tadi yang kecil (Dias) nangis terus. Sampai enggak tega melihatnya. Tadi digendong-gendong bergantian masih nangis terus,” ujar Gathot Widiarto, Bendahara RSUD Sragen yang juga ikut bertakziah.
Karena sudah ditinggal bapak dan ibunya, Suyatno menuturkan, nantinya Dias akan diasuh oleh neneknya yang selama ini tinggal di Sumengko bersama anak dari suami pertamanya, yang kini sudah duduk di SMP.
Sementara, Gathot menuturkan, uang donasi yang sudah terkumpul hampir Rp 60 juta, sebagian sudah digunakan untuk membiayai perawatan korban selama di rumah sakit dan pemakaman. Untuk sisanya nantinya akan diserahkan ke nenek yang mengasuh Dias.


Sumber/Wartawan/Penulis : Wardoyo