KARANGANYAR—Pemkab Karanganyar belum berani mengambil langkah terkait kebijakan pemerintah pusat yang memangkas dana alokasi umum (DAU) untuk semua daerah sebesar 2 persen di 2017 ini. Pemkab memilih menunggu surat tertulis dari pusat sebagai dasar untuk menindaklanjutinya.
Menurut Sekda Karanganyar, Samsi, hingga kini Pemkab memang belum bersikap ataupun mengambil langkah apapun perihal pemotongan DAU dari pusat sebesar 2 persen dari pagu DAU indikatif 2017. “Belum, kami belum mau berandai-andai. Kami enggak berani melangkah sebelum ada surat tertulis,” katanya, Kamis (3/8).
Samsi juga menyampaikan, hingga kemarin Pemkab belum menerima surat resmi dari pusat perihal kebijakan pengurangan DAU tersebut. Kendati sejumlah daerah sudah menindaklanjuti dengan melakukan pembahasan penyesuaian anggaran setelah pemangkasan, menurutnya, Pemkab belum melakukan itu.
Sebaliknya, Samsi justru berharap tidak ada pemangkasan DAU untuk Karanganyar. Namun seandainya memang kebijakan itu benar diterapkan, ia memperkirakan besaran alokasi DAU yang dipangkas untuk Karanganyar hampir sama dengan daerah lain termasuk Sragen yakni sekitar Rp 21 miliar. “Mudah-mudahan enggaklah. Tapi kalau memang benar, paling kisarannya hampir sama,” tukasnya.

Sumber/Wartawan/Penulis : Wardoyo