LAWEYAN—Pre Event Solo International Performing Art Community (SIPA) di Grand Mall Solo, Kamis (3/8) berlangsung meriah. Suguhan musik dan tari dari Keluarga Besar Mahasiswa Kalimantan Barat, Mathematics Percussion UMS, dan Sanggar Sri Gemala Laksamana mampu menarik perhatian pengunjung.
Gelaran SIPA 2017 sendiri bakal dilaksanakan 7-9 September mendatang di Benteng Vastenburg. Humas SIPA 2017 Afni Dhia Aqmarina mengatakan pre event sengaja digelar sebagai awalan untuk mengingatkan masyarakat akan hadirnya event SIPA awal September mendatang. “SIPA yang merupakan seni tari, musik, tari diadakan rutin setiap setahun sekali. Bulan Agustus untuk Pre Event dan pagelaran bulan September,” kata dia.
Sementara itu salah satu pengisi acara pre event, Yani Artiasih mahasiswa Universitas Sahid Surakarta dari Kalimantan Barat mengaku senang bisa terlibat dalam pre event SIPA. “Kali ini saya menampilkan Tari Dayak Kreasi dan Bujang Begaok. Tarian ini menceritakan tentang pasangan dan suka cita gadis dari Dayak,” terang Yani yang berharap tahun depan bisa tampil di event SIPA.
Sekadar diketahui gelaran SIPA tahun ini mengangkat tema Bahari Kencana Maestro Karya. Nantinya untuk panggung SIPA akan di konsep berbentuk kapal layar kebanggaan Indonesia yaitu, KRI Dewa Ruci. Sebuah kapal yang diluncurkan 25 Januari 1943 silam, merupakan kapal latih bagi taruna, TNI Angakatan Laut dan menjadi satu-satunya kapal layar terbesar yang diproduksi di Indonesia. Tema ini dilatarbelakangi karena Indonesia itu merupakan negeri bahari.
Untuk maskot SIPA 2017 ini, yakni Eko Supriyanto atau yang lebih dikenal dengan Eko Pece. Dia dipilih lantaran dianggap mampu merepresentasikan keanekaragaman budaya khususnya di daerah laut. Darah seninya ini diwarisi dari kakeknya yang tak lain seniman wayang orang Sriwedari, Djoyo Prajitno.

Sumber/Wartawan/Penulis : Dira Noermala