LAWEYAN—Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta membangun ulang dua subterminal yang berada di Kerten dan Semanggi. Nantinya kedua subterminal tersebut akan dibangun lebih baik lagi dan akan dilengkapi sarana prasarana sesuai standar, seperti ruang tunggu dan ruang transit, pendingin udara (AC), musala, MCK atau lapak pedagang.
“Ini sudah mulai dikerjakan dan November bisa selesai. Nanti akan dilengkapi sarana dan prasarana yang sesuai,” ujar Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta, Taufiq Muhammad di sela-sela peletakan batu pertama di Subterminal Kerten, Jumat (4/8).
Sejauh ini untuk Subterminal Kerten masih cukup memadai hanya termasuk intensitas kendaraan yang keluar masuk, seperti bus AKAP, AKDP ataupun BST. Hanya perlu ada pembenahan untuk memaksimalkan subterminal tersebut. Sedangkan Subterminal Semanggi sudah cukup lama mangkrak dan kurang fungsional, maka perlu ada pembenahan total baik fisik ataupun fasilitasnya.
“Revitalisasi kedua Subterminal tersebut dianggarkan dana sebesar Rp 2,3 miliar dari dana APBD tahun 2017. Untuk subterminal Kerten Rp 1,8 miliar sedangkan sisanya untuk subterminal Semanggi yang sudah mangkrak lama dan butuh perbaikan total,” katanya.
Kepala Dishub Surakarta, Hari Prihatno menyatakan jika pembangunan subterminal itu untuk mengoptimalkan integrasi antarmoda transportasi umum. “Selama ini fasilitas yang ada masih minim. Perbaikan ini ditarget November nanti sudah bisa selesai,” imbuhnya.
Lanjut dia, selama pengerjaan revitalisasi Subterminal Kerten, aktivitas pemberangkatan penumpang akan dipindah ke sisi barat subterminal lama atau di sekitar Mall Solo Square (SS).”Nanti akan kan menempatkan petugas dan sudah mengkoordinasikan penataan arus kendaraan dengan pihak terkait,” ungkapnya.
Sementara itu Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo berharap dengan perbaikan subterminal ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. “Diharapkan bisa selesai tepat waktu. Desember harus sudah bisa beroperasi,” tandasnya.

Sumber/Wartawan/Penulis : Ari Welianto