BALAIKOTA—Kota Solo berhasil mendapatkan penghargaan Adipura 2017 di bidang pengelolaan lingkungan dan kebersihan kota. Penghargaan sendiri langsung diterima Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, di Auditorium Manggala Wanabakti Jakarta, Rabu (2/8) malam.
Ini merupakan penghargaan Adipura kedua yang diterima Kota Solo setelah tahun lalu juga menerima. Penghargaan ini diraih setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta mempunyai terobosan dalam pengelolaan sampah menjadi energi listrik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo.
“Peran serta warga dalam merawat dan mencintai lingkungan menjadi poin Kota Solo meraih penghargaan Adipura,” terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surakarta, Hasta Gunawan kepada wartawan, Kamis (3/8).
Keterlibatan warga terutama dalam kemampuannya mengelola bank sampah. Selain itu juga ada edukasi melalui sekolah Adiwiyata. Pemkot juga telah membongkar tempat pembuangan sampah (TPS) di masing-masing wilayah, dari 58 TPS yang sudah dibongkar 53 TPS. “Penilaian sudah dilakukan sejak akhir 2016, tahun ini dilakukan penilai sebanyak dua kali, dimulai Maret lalu,” kata Hasta.
Untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) terus berjalan dan ditarget 2019 nanti sudah bisa beroperasi. Adanya PLTSa ini dipercaya mampu menyelesaikan persoalan pengelolaan sampah di Kota Solo. “Tahun lalu, kami masih terkendala pengelolaan sampah. Apalagi PLTSa belum ada progres signifikan. Beda dengan tahun ini, di mana nota kesepahaman dan persiapan-persiapan lahan sudah dilakukan,” terang dia.
Hasta mengaku optimistis bisa mempertahankan Adipura tahun depan. Pemkot berniat mengoptimalkan peran pelaku usaha guna mempertahankan prestasi tersebut. “Anggaran Corporate Social Responsibility harus dimaksimalkan. Tidak hanya dipakai untuk membangun taman atau memperbaiki rumah tidak layak huni (RTLH) tapi juga meningkatkan kapasitas pegiat lingkungan di wilayah-wilayah,” tandasnya.


Sumber/Wartawan/Penulis : Ari Welianto