SRAGEN—Mendekati detik-detik akhir penentuan nama kandidat kepala dinas (Kadinas) terpilih hasil seleksi job fit eselon II, sejumlah oknum dikabarkan mulai bergerilya. Dengan dalih dekat dengan kepemimpinan Sragen, oknum makelar itu juga dilaporkan telah menghubungi sebagian kandidat dengan bahasa akan ikut memperjuangkan.
Hal itu mencuat setelah beberapa kandidat yang lolos tiga besar mengaku mendapatkan telepon dari orang tak dikenal dalam beberapa waktu terakhir. Oknum tersebut berasal dari latar belakang berbeda-beda.
Ada yang berstatus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) hingga mengaku
sebagai orang dekat dengan pemerintahan saat ini. Meski berbeda latar belakang, intinya pembicaraan mereka serupa yakni mengarahkan dan menawarkan bisa membantu memperjuangkan agar terpilih menjadi kandidat. “Saya sudah beberapa waktu ketika baru mau masuk tiga besar itu. Ada memang yang menelepon mengaku sebagai LSM. Bilangnya bisa bantu ngomongkan kepimpinan. Tapi enggak ada yang saya tanggapi,” ujar NT, salah satu kandidat yang lolos tiga besar di sebuah instansi.
Tidak hanya NT, rupanya aksi telepon dengan bahasa yang sama juga diakui oleh beberapa pejabat yang masuk nominasi 3 besar terakhir. Namun mereka mengakui oknum-oknum  penelepon itu belum menyebutkan apapun termasuk indikasi permintaan uang atau lainnya.
“Belum nyebut soal itu. Hanya bilang ingin bantu bisa ngomongkan begitu. Tapi saya juga enggak menanggapi. Saya hanya mengikuti proses mawon,” tuturnya. Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan pelatihan (BKPP) Sragen, Sarwaka mengaku belum mendengar soal kabar adanya oknum-oknum yang mengatasnamakan LSM atau pihak-pihak tertentu terkait proses penentuan kandidat Kadinas. Ia memastikan bahwa oknum-oknum itu dimungkinkan hanya pihak-pihak yang sengaja ingin memanfaatkan situasi saja.

Sumber/Wartawan/Penulis : Wardoyo