SRAGEN- RA (16) siswi kelas 1 SMK asal Kedawung, Sragen yang hamil setelah menjadi korban pencabulan BG (32), warga Kaliwuluh, Kebakkramat, Karanganyar, akhirnya melahirkan bayi laki-laki akhir pekan lalu secara normal.
Kelahiran tersebut dibantu bidan di wilayahnya sekitar pukul 21.00 WIB. Koordinator Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) Sragen, Sugiyarsi mengungkapkan, setelah melahirkan, korban langsung telepon dirinya dan minta diberi nama.
“Akhirnya saya beri nama RAP,” ujarnya Minggu (13/8).
Karena melahirkan di bidan setempat, Sugiyarsi mengatakan, seluruh biaya memang tidak bisa dibebaskan seperti jika dilahirkan di RSUD atau fasilitas kesehatan milik pemerintah. Menurut rencana, bayi korban yang diketahui anak tunggal, akan dirawat sendiri oleh orangtua korban.
Korban pun terpaksa meninggalkan bangku sekolah. Kendati demikian, jika kondisi psikis korban sudah pulih, pihaknya akan memperjuangkan agar korban bisa kembali melanjutkan sekolahnya.
Terkait dengan penanganan kasusnya, pihaknya mendorong kepolisian Karanganyar  segera menuntaskan pengusutan kasus itu. Karena perbuatannya telah merusak masa depan korban, aparat diminta menjatuhkan hukuman seberat-beratnya setimpal dengan pelanggarannya.
“Di UU Perlindungan Anak sudah jelas pelaku bisa dijerat ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegasnya.
Seperti diberitakan, RA terpaksa harus berhenti sekolah karena mengandung 7 bulan buah dari aksi bejat BG yang mencabulinya sejak medio 2016 lalu. BG yang mengaku
bujang padahal sudah punya anak istri itu membujuk korban lewat facebook (FB) dan kemudian mencabuli siswi itu sebanyak empat kali di wilayah Karanganyar.

Sumber/Wartawan/Penulis : Wardoyo