Kemungkinan Jalan Slamet Riyadi akan ditutup, kita komunikasikan dulu. Apakah boleh ditutup separuh atau keseluruhan jalan.

Endah Sitaresmi
Kepala DPU PR Surakarta

LAWEYAN—Pembangunan sudetan drainase Jalan Supomo ke city walk dengan membongkar Jalan Slamet Riyadi akan mulai dikerjakan September. Proyek ini akan dikerjakan dalam tiga segmen agar tidak mengganggu arus lalu lintas di Jalan Slamet Riyadi.
“Segera kita kerjakan pembangunan sudetan drainase tersebut,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Surakarta, Arif Nurhadi kepada wartawan, Minggu (13/8).
Arif menjelaskan Jalan Slamet Riyadi terdiri atas empat jalur kendaraan, namun satu jalur di sisi utara digunakan sebagai area parkir. Nantinya dari sisa jalur yang ada dua jalur dipastikan masih bisa dilewati kendaraan sehingga tidak mengganggu lalu lintas di kawasan tersebut.
”Ini merupakan proyek dari normalisasi drainase di Jalan Slamet Riyadi yang sudah dikerjakan awal Agustus ini. Untuk saat ini fokus pada pengerukan sedimen saluran di barat Jalan Dr Supomo dan utara Jalan Slamet Riyadi,” paparnya.
Diutarakan dia, penggal Jalan Slamet Riyadi yang akan dibongkar yakni di kawasan Sriwedari tepatnya depan pertigaan Pengadilan Negeri (PN) Surakarta. Proyek ini dimaksudkan untuk mengatasi genangan di kawasan tersebut yang kerap kali terjadi saat hujan mengguyur Kota Solo. Teknisnya, genangan akan dialirkan ke timur menuju saluran Jalan Gatot Subrato melalui saluran di bawah city walk.
“Nantinya untuk sudetan tersebut berdiameter dan berkedalaman 1,5 meter, panjang saluran tersebut 500 meter. “etelah sedimen kita bersihkan semua, baru mengerjakan galian yang melintas di Jalan Slamet Riyadi. Selama ini saluran dari Jalan Dr Supomo berbelok ke barat di jalur lambat Jalan Slamet Riyadi lalu berbelok lagi ke Jalan Bhayangkara,” ungkap Arif.
Sementara itu Kepala DPU PR Surakarta, Endah Sitaresmi Suryandari mengatakan sudah mendapat izin dari Kementerian Perhubungan terkait pembangunan saluran yang melintas rel kereta api di Jalan Slamet Riyadi. Koordinasi dengan Satlantas Polresta Surakarta dan Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta akan dilakukan untuk proyek yang akan dikerjakan ini. “Kemungkinan Jalan Slamet Riyadi akan ditutup, kita komunikasikan dulu. Apakah boleh ditutup separuh atau keseluruhan jalan,” imbuhnya.
Sebenarnya ada tiga skema yang disiapkan, penutupan total Jalan Slamet Riyadi, penutupan sebagian ruas jalan atau pembuatan jalur khusus di kanan kiri galian. Namun penutupan total paling ideal dan relatif hemat waktu. “(Tetapi) kalau ditutup total tidak mungkin mengingat Jalan Slamet Riyadi adalah jalan utama Kota Solo. Rencana penggalian Jalan Slamet Riyadi akan mulai dilakukan bulan depan,” pungkasnya.

Sumber/Wartawan/Penulis : Ari Welianto