SRAGEN—Warga di sekitar Waduk Kedung Ombo (WKO) digegerkan dengan temuan mayat dua pemuda di perairan wilayah Dukuh Sendangrejo, Gilirejo, Miri, Sragen, Sabtu (2/9). Kedua pemuda asal Desa Nagor itu diduga tenggelam saat hendak mencari ikan dengan jaring milik nelayan setempat.
Kedua pemuda sekawan itu masing-masing bernama Rahmat Soleh (22) warga Dukuh Kaliapang RT 5, Bagor, Miri dan rekannya Agus Purwanto (23) yang tinggal di RT 6. Informasi yang dihimpun di lapangan, keduanya diketahui keluar rumah pada Jumat (1/9) sekitar pukul 19.00 WIB menggunakan sepeda motor. Awalnya tidak ada yang tahu jika keduanya hendak menjaring ikan di WKO.
Hilangnya Rahmat dan Agus baru terjawab setelah pagi kemarin (2/9), nelayan pemilik jaring, Suparmin alias Mandra (30) warga Dukuh Sendangrejo, RT 1, Gilirejo, Miri kaget mendapati jaring di perahunya raib. Mandra yang pagi itu hendak mencari ikan, kebingungan mencari jaring ikan yang biasanya ada di perahunya.
Saat dicari-cari, rupanya jaring yang dicari sudah mengapung di perairan berjarak sekitar 40 meter dari tempat perahu ditambatkan.
Saat didekati dan diangkat, ia langsung menjerit histeris melihat jaringnya sudah berisi jasad manusia. Setelah dicek, jasad itu adalah Rahmat yang terbelit di dalam jaring.
“Saksi memang kaget dan menjerit karena saat jaringnya diangkat yang terpegang malah tangan korban yang sudah tewas terbelit dalam jaring,” ujar salah satu warga, Warsito kepada Joglosemar, Sabtu (2/9) siang.
Temuan itu langsung dilaporkan ke Polsek setempat. Kapolsek Miri, AKP Fajar Nur Ihsanudin menyampaikan jasad Rahmat berhasil dievakuasi pada pukul 07.00 WIB. Proses evakuasi melibatkan tim dari pihak petugas kepolisian, tentara, SAR, PMI, BPBD serta sejumlah eleman lain dari Sragen.
Setelah Rahmat ditemukan, tim kemudian dikerahkan untuk mencari keberadaan jasad rekannya, Agus Purwanto. Setelah para relawan berjibaku, jasad pemuda itu akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB. Lokasi penemuan tak jauh dari lokasi ditemukannya jasad Rahmat.
Setelah berhasil dievakuasi, kedua jasad itu langsung divisum oleh petugas medis di Puskesmas Miri. AKP Fajar menyampaikan hasil visum menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.
“Dari hasil olah TKP tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan di tubuh korban. Dugaannya mereka mau mancing atau nyari ikan di WKO tapi tenggelam,” jelasnya.
Koordinator Sukarelawan PMI Sragen, Endro menambahkan, karena tidak ada tanda kekerasan pada jasad keduanya, jasad mereka kemudian diantar ke rumah duka untuk dimakamkan.

Sumber/Wartawan/Penulis : Wardoyo