Museum merupakan tempat menyimpan benda- benda dengan nilai sejarah. Benda sejarah yaitu  benda yang memiliki keterkaitan dengan peristiwa sejarah yang sezaman dengan benda tersebut atau memiliki makna atau meaning full bagi semua masyarakat.
Harapannya ketika seseorang berkunjung ke sebuah museum dia akan mempelajari sisi historis dan sosiologis yang berkaitan dengan benda tersebut.
Museum pula membuat orang bisa memahami sejarah dengan baik karena terbukanya wawasan  yakni dengan terbukanya gudang ilmu pengetahuan . Misalnya jika kita berkunjung ke museum Samanhudi maka kita akan merekonstruksi benda-benda koleksi Samanhudi dan perannya selama masa pergerakan.
Indonesia dalam mengelola museum merujuk pada Undang- undang Nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 66 Tahun 2015 tentang museum. Pemerintah dalam rangka mengoptimalkan peran dan fungsi museum maka perlu bertindak sebagai  fasilitator semua museum baik itu yang dikelola pemerintah maupun perseorangan. Pemerintah pun bisa melakukan proses pembinaan terhadap museum keluarga  hal ini dalam rangka memenuhi standar kelembagaan dan pemanfaatannya.
Hal lain yang perlu dilakukan oleh pemerintah yaitu membuat skema pemberdayaan museum yang tidak terfokus pada museum secara fisik namun juga mempersiapkan museum sebagai tempat belajar sejarah dan estetika. Sebagai tempat belajar sejarah misalnya dari Dinas Pendidikan perlu membuat rekayasa pembelajaran kepada peserta didik untuk sesering mungkin mengunjungi museum dan sekaligus perlu membuat laporan hasil kunjungan yang berpengaruh pada nilai.
Suatu pemerintahan bisa dinilai modern, maju adalah ketika tetap memberikan perhatian kepada maju mundurnya sebuah museum. Menanamkan rasa kepedulian terhadap museum memang sangat diperlukan dengan berbagai metode inovatif dan kreatif melalui rekayasa sosial yang membuat generasi muda merasa butuh dengan museum. Pemerintah misalnya perlu membuat sistem insentif yang dikembangkan oleh pemerintah melalui lomba- lomba kompetisi dan kreasi di media sosial dengan tema museum.
Pada dasarnya setiap museum memiliki riwayat sejarahnya sendiri- sendiri maka penting kiranya jika museum tersebut memiliki keunikan yang tidak ada di museum lain. Selanjutnya yang menjadi PR besar pemerintah yaitu meningkatkan museum dari sekadar  sarana belajar dan rekreasi.
Meningkatkan dan mengembangkan fungsi museum sebagai sarana diplomasi dan jati diri  suatu negara dan daerah secara otonomi. Menaikan daya tawar museum yang tidak hanya sebagai tempat wisata edukasi melainkan sebagai sarana diplomasi jelas menaikan standar museum tersebut. Oleh karenanya penting kiranya jika pemerintah menaikan dana insentif museum jangan hanya memandang pemberian insentif kepada museum sebagai “buang- buang uang”. Museum memiliki efek ganda sebagai identitas sosial suatu masyarakat dalam rangka membangun kebanggaan kolektif akan prestasi-prestasi di masa lalu.

Sumber/Wartawan/Penulis : Kukuh Subekti