Program katering yang dilaksanakan oleh sekolah secara teknis memang tidak masalah. Namun yang perlu menjadi catatan bersama adalah bahwa program tersebut mampu mendukung kebutuhan nutrisi anak.
Pasalnya anak usia sekolah khususnya SD merupakan usia anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan. Oleh karenanya jasa katering minimal bisa memenuhi kebutuhan mikro mineral dan makro mineral yang dibutuhkan oleh anak-anak. Kebutuhan mikro mineral seperti kebutuhan Vitamin B12, Vitamin C, zat besi dan mineral lainnya, sementara makro mineral seperti karbohidrat dan protein. Kandungan nutrisi yang diberikan kepada anak juga harus seimbang.
Hal lain yang perlu menjadi catatan oleh pengelola jasa boga adalah jam makan, jika pagi hari sudah diberikan sarapan maka di antara jeda makan siang perlu ditambahkan snack ringan. Anak- anak di usia SD memiliki kebiasaan cenderung aktif dan banyak bergerak, mereka menghabiskan paling tidak 1.000 kalori hingga 1.500 kalori untuk bercanda, tertawa, berlari-larian. Jika hal ini terlewatkan maka akan muncul gangguan mulai dari pingsan hingga shock. Kondisi ini berawal dari kekurangan gula darah yang menyebabkan rasa lapar dan tubuh menjadi lemas.
Pemilihan jasa boga atau katering yang tepat yaitu penyelenggara jasa boga yang sudah memiliki lisensi atau sertifikat Laik Higiene Sanitasi Jasa Boga yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes). Sebagaimana diatur sepenuhnya diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1096/MENKES/PER/VI/2011 tentang Higieni Sanitasi Boga. Selain itu pemilihan jasa boga yang memiliki pendampingan dari pakar kesehatan gizi.
Bagi pemilik usaha jasa boga pun harus menjalin kerja sama dengan pihak terkait dalam hal ini Dinkes untuk melakukan cek kualitas makanan. Waktu pemeriksaan mutu dilaksanakan setiap enam bulan sekali di antaranya mengecek kandungan ada tidaknya kandungan mikroba atau bakteri seperti bakteri E-coli dalam makanan. Bagi orangtua pun harus tetap bersikap kritis misalnya memantau menu-menu yang disajikan kepada anak.

Sumber/Wartawan/Penulis : Kukuh Subekti