ROMA—Pelatih AS Roma, Eusebio Di Francesco, mengakui bahwa timnya kesulitan saat bertemu Atletico Madrid. Di Francesco bahkan sampai mengubah formasi untuk mengimbangi Atletico.
Roma bermain imbang 0-0 dengan Atletico dalam laga Liga Champions Grup C di Stadion Olimpico, Rabu (13/9) dinihari WIB. Meski bermain di kandang, Giallorossi gagal mendominasi jalannya pertandingan.
Gawang Roma justru lebih sering terancam. Situs resmi UEFA mencatat cuma satu percobaan Roma yang tepat sasaran, sedangkan Atletico membuat sembilan percobaan yang on target.
Untuk menghentikan dominasi permainan Atletico, Di Francesco membuat perubahan formasi dari 4-3-3 ke 3-5-2 di babak kedua. Dia menarik keluar Gregoire Defrel yang berposisi winger dan memasukkan bek tengah Federico Fazio. Perubahan itu bertujuan untuk meredam agresivitas Los Rojiblancos.
“Saya terpaksa mengubah sistem, karena kami tidak bisa lagi menahan laju mereka. Namun, kami lebih seimbang. Selama 60 menit kami tampil baik, selanjutnya kami kesulitan menjelang akhir laga,” kata Di Francesco kepada Mediaset Premium.
Keberhasilan Roma dalam meredam Atletico tak lepas dari penampilan oke Alisson Becker di bawah mistar. Kiper asal Brasil itu banyak mementahkan tembakan dari pemain lawan.
“Penting untuk tidak salah umpan, lalu pada tahap tertentu Alisson sangat menentukan. Dia adalah kiper yang bagus dan kami senang memilikinya,” kata Di Francesco.
Pelatih Atletico, Diego Simeone tak ragu untuk memuji kiper AS Roma Alisson. Kegagalan Atletico Madrid mengalahkan AS Roma tak lepas dari performa gemilang penjaga gawang Alisson Becker “Hal yang paling penting dalam sepakbola bukan estetika, tapi gol. Dan kami tak bisa mencetak gol, jadi Roma pantas meraih satu angka,” katanya.

Sumber/Wartawan/Penulis : Detik