JOGJA—Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior Bulutangkis 2017. Ajang itu digelar di Yogyakarta.
Kesempatan untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior Bulutangkis itus etelah 25 tahun lamanya. Ajang yang menjadi arena bagi pebulutangkis dengan usia di bawah 19 tahun itu dihelat di GOR Among Rogo mulai 9-21 Oktober.
“Ini bukan tanpa perjuangan karena sebenarnya kami ingin tahun kemarin, tapi kesempatan diberikan ke Spanyol. Kemudian, kami ikut bidding seperti China dan negara-negara Eropa, tapi akhirnya kami dapatkan,” kata Ketua Panitia Penyelenggara, Achmad Budiharto, dalam sambutannya dalam jumpa pers di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (13/9).
Budi, demikian sapaan karib Achmad Budiharto, memilih Yogyakarta bukan semata-mata untuk bulutangkis. Dia sekaligus berencana mengenalkan kota budaya itu kepada para peserta. “Kami memilih Yogyakarta karena event ini diikuti junior. Kami pilih kota yang punya nilai khusus seperti pendidikan, pariwisata, dan sejarah,” kata Budi.
Penyelenggaraan turnamen Blibli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Championship 2017 ini akan mempertandingkan dua kategori, masing-masing kategori beregu dengan format Piala Sudirman di pekan pertama dan kategori perorangan di pekan kedua. PP PBSI mulai menggeber persiapan sejak tiga bulan lalu.
Dari Kejuaraan Dunia Junior bulutangkis paling akhir, pada 2015 di Bilbao, Spanyol, Indonesia harus puas sebagai peringkat kelima kategori beregu setelah dikalahkan Malaysia 1-3 pada babak perempatfinal.
Kejuaraan Dunia Junior Bulutangkis di Bilbao, Spanyol pada 2015 diikuti 53-54 negara. Maka, PBSI mematok target ajang 60 negara peserta pada kategori beregu yang dihelat 9-14 Oktober. Adapun untuk kategori perorangan, mulai 15-22 Oktober, diharapkan diikuti peserta 70 negara.
“Anggaran cukup besar lebih dari Rp 5 miliar. Memang salah satu kesulitannya ini junior jadi tak terlalu banyak sponsor yang berminat kalau senior ada yang dijual,” kata Budiharto.


Sumber/Wartawan/Penulis : Detik