KARANGANYAR—Nasib malang menimpa Nawang Dian Saputra (13), bocah asal Dukuh Klotok RT 2 RW VIII, Kelurahan Bolong, Karanganyar. Pelajar yang masih duduk di bangku SMP itu ditemukan tewas di dasar Sungai Gembong di wilayah setempat.
Korban ditemukan sekitar pukul 14.30 WIB, Rabu (13/9), saat hendak mandi beramai-ramai bersama beberapa temannya. Diduga kuat, korban tidak cakap berenang sehingga kemudian tenggelam terseret arus sungai.
Informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula ketika siang kemarin korban bersama beberapa temannya berniat mandi di Sungai Gembong yang berjarak tak jauh dari permukiman. Saat asyik mandi dan terjun dari atas, tiba-tiba beberapa teman korban kaget mendapati korban mendadak hilang dari pandangan.
Seketika itu, mereka kemudian berteriak meminta pertolongan karena korban hilang. Teriakan itu didengar oleh Suroto (58), warga setempat yang sedang melintas tak jauh dari lokasi anak-anak itu mandi.
Mengetahui ada anak yang tenggelam, ia langsung memberanikan diri terjun ke dalam sungai untuk melakukan penyisiran. Tak lama berselang, beberapa warga berdatangan membantu mencari keberadaan korban.
Setelah beberapa saat dilakukan pencarian, jasad bocah malang itu akhirnya ditemukan di dasar sungai dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Saat ditemukan korban dalam kondisi mengenakan celana dalam dengan posisi tengkurap di dasar sungai.
“Korban sempat dievakuasi dan mencoba dijungkirkan dengan diangkat dan keluar darah dari hidung dan dinyatakan sudah meninggal dunia. Sempat dibawa ke RSUD Karanganyar untuk dilakukan visum,” kata Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak.
Ia menjelaskan, dari hasil olah TKP dan visum petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban. Karena pihak kerabat sudah menerima itu sebagai musibah, seusai visum jasad bocah malang itu kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Sumber/Wartawan/Penulis : Wardoyo