SRAGEN—Sebanyak 16 orang tenaga harian lepas (THL) untuk tenaga bantu penyuluh pertanian (TBPP) menerima surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Mereka dituntut komitmennya untuk meningkatkan produktivitas pangan di Bumi Sukowati, lantaran setelah pengangkatan gajinya dibebankan kepada APBD Sragen.
“Kalau dulu sebelum diangkat menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Tapi terhitung sejak 1 Juni 2017 jadi tanggung jawab Sragen. Berarti APBD nambah untuk gaji 16 orang. Itu akan membebani daerah,” kata Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Kamis (14/9). Usai menyerahkan SK pengangkatan CPNS di Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Sragen, Yuni menegaskan, setiap sen yang mereka terima dari APBD mempunyai nilai tanggung jawab dan komitmen dari 16 THL tersebut.
Ia juga menegaskan selama lima tahun sejak pengangkatan, mereka tidak diperbolehkan untuk pindah ke daerah lain dengan alasan apa pun. Apalagi kalau kepindahan tersebut untuk mengikuti suami bagi CPNS yang perempuan. “Setelah lima tahun baru bisa mengajukan untuk pindah. Itu pun belum tentu saya izinkan,” tandasnya.
Sementara, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sragen, Sarwaka menyampaikan, total di Sragen ada 88 orang THL. Dari jumlah tersebut yang lolos untuk diangkat CPNS sebanyak 16 orang. Mereka bakal ditempatkan di sejumlah kecamatan di Sragen seperti Kecamatan Tanon empat orang, Sambungmacan satu orang, Karangmalang tiga orang, Gesi satu orang, Masaran dua orang, Gemolong satu orang, Sukodono satu orang, dan Kalijambe satu orang.

Sumber/Wartawan/Penulis : Wardoyo