SOLO—Tanggal 19 September ini, semua pedagang Pasar Klewer sisi timur sudah harus pindah ke pasar darurat di Alun-alun Utara Kraton Kasunanan Surakarta. Sayangnya, kondisi pasar darurat yang telah ditinggalkan penghuninya setengah tahun lalu itu, selain kotor juga banyak yang sudah rusak.
Terkait dengan kerusakan tersebut, banyak pedagang yang mengeluh, karena hal itu bakal dibebankan kepada para pedagang, tanpa campur tangan pemerintah. Perlu diketahui, pasar darurat tersebut sebelumnya digunakan oleh para pedagang Pasar Klewer, saat pasar legendaris tersebut tengah dalam pembangunan.
Fahmi, salah satu pedagang, sudah mulai membersihkan kios yang akan ditempatinya, Kamis (14/9). Kios yang sudah tidak terpakai hampir setengah tahun itu membuat sampah berserakan di berbagai sudut kios di sebelah utara pasar darurat.
Pasar darurat sebelah Utara merupakan tempat yang akan digunakan oleh pedagang Klewer sisi Timur sebagai tempat berdagang sementara selagi proyek pembangunan berlangsung.
“Gela sekali, keberatan mengetahui keadaan kios yang akan ditempati, pengennya kalo pindah tinggal masuk. Tapi dengan adanya kerusakan yang terjadi di kios membuat pedagang merasa dirugikan”, keluhnya.
Ia mengatakan bahwa segala kerusakan kios merupakan tanggung jawab dari pedagang yang menempatinya. Padahal, kios di pasar darurat terdapat banyak sekali problem setelah sekian lama tidak digunakan. Pedagang menyayangkan tidak ada keterlibatan dari Pemkot dalam memperbaiki kerusakan kios.
Dari beragam masalah yang dihadapi pedagang, kerusakan rolling door menjadi sorotan utama bagi pedagang. Banyaknya kios dengan kerusakan rolling door membuat pedagang resah, karena kerusakan ini merupakan tanggung jawab yang akan dibebankan oleh pedagang. Belum lagi keadaan pasar yang masih kotor dari sampah dan debu yang menumpuk.
Senada dengan Fahmi, Candra yang sedang mempersiapkan kiosnya pun juga ikut mengeluhkan kondisi kios yang akan ia tempati. Masalah rolling door menjadi masalah yang ia hadapi. Keadaan rolling door yang tidk terdapat kuncinya, serta kondisinya yang miring membuat pedagang merasa dirugikan. Pasalnya, pedagang harus ikut berperan membenahi keseluruhan kerusakan yang ada kios. Belum lagi ada kios yang terdapat kerusakan pada dindingnya.
Pedagang merasa dirugikan sekali atas kerusakan ini, karena keberadaan rolling door sangat penting guna keamanan kios yang menyimpan barang-barang dagangan. Tidak adanya kunci rolling door masih bisa diatasi oleh pedagang, tapi jika posisi rolling door yang miring pedagang merasa bingung untuk mengakalinya.
“Harapannya dari teman-teman pedagang semoga pasar yang akan ditempati layak pakai. Untuk keamanan dan segala kekurangan fasilitas pasar segera di benahi oleh pihak Pemkot”, harapnya.
Pasar darurat yang terdapat di Alun-alut Utara ditempati oleh pedagang Klewer Timur. Proyek revitalisasi yang semakin dekat membuat Pemkot sudah memutuskan bahwa tanggal 20 September pedagang sudah melakukan aktivitas jual-beli di dalamnya.
Fahmi, salah satu pedagang, sudah memulai membersihkan kios yang akan ditempatinya. Sapu menjadi alat yang menemaninya dalam kegitan yang dilakukannya pada siang hari, Kamis(19/9). Kios yang sudah tidak terpakai hampir setengah tahun ini membuat sampah berserakan di berbagai sudut kios di sebelah utara pasar darurat. Pasar darurat sebelah Utara merupakan tempat yang akan digunakan oleh pedagang Klewer Timur sebagai tempat berdagang sementara selagi proyek pembangunan berlangsung.
“Gela sekali, keberatan mengetahui keadaan kios yang akan ditempati, pengennya kalo pindah tinggal masuk. Tapi dengan adanya kerusakan yang terjadi di kios membuat pedagang merasa dirugikan”, keluhnya.
Ia mengatakan bahwa segala kerusakan kios merupakan tanggung jawab dari pedagang yang menempatinya. Padahal kios di pasar darurat terdapat banyak sekali problem setelah sekian lama tidak digunakan. Pedagang menyayangkan tidak ada keterlibatan dari Pemkot dalam memperbaiki kerusakan kios.

Sumber/Wartawan/Penulis : Taufieq Renaldi Arfiansyah |Ari Welianto