Kanker payudara adalah kanker pembunuh wanita pertama di Indonesia. Sekarang ini semakin banyak orang yang mengenal kanker payudara dan gejalanya, tapi tak banyak yang tahu bagaimana cara mendeteksi kanker tersebut lebih dini.
Hal ini menjadi salah satu fakta yang didapat dari hasil survei terbaru oleh komunitas Lovepink pada Agustus 2017. Survei kecil yang diadakan menjelang “Bulan Kesadaran Kanker Oktober” ini dilakukan di Jakarta dengan ribuan responden.
Shanti Persada, salah satu pendiri Lovepink, menjelaskan bahwa survei kecil ini dilakukan untuk mengetahui seberapa pahamnya pasien dan penyintas terhadap kanker payudara, seberapa puas pasien dengan informasi dan pelayanan yang diberikan dokter, serta fasilitas di rumah sakit.
“Kita mencoba mengadakan survei kecil di Jakarta yang rencananya akan diteruskan di periode berikutnya di seluruh daerah di Indonesia. Ini kita lalukan karena Indonesia sangat miskin data, termasuk tentang kanker payudara,” katanya dalam konferensi pers Indonesia Goes Pink 2017 di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (14/9).
Survei ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan one-on-one interview dengan responden yang terdiri dari penderita dan penyintas kanker payudara, anggota keluarga pasien, dan dokter kanker. Kemudian metode kualitatif dilakukan melalui media online yang mendapat tanggapan dari 1.303 responden dan 51 responden offline dengan menggunakan kuesioner.
“Hasil survei kami menunjukkan bahwa 80 persen responden tahu gejala-gejala fisik kanker payudara, namun mereka tidak tahu cara melakukan Sadari (periksa payudara sendiri) dan Sadanis (periksa payudara klinis). Sekitar 50 persen responden juga belum mendapat edukasi seputar kanker payudara,” jelas Shanti.
Namun demikian, 40 persen responden percaya pada dokter dan kemampuannya dalam memberi rekomendasi pengobatan kanker payudara. “Tapi kita belum melihat apakah kepercayaan mereka pada dokter, karena mereka sudah benar paham atau tidak dan hanya sekadar percaya saja,” lanjutnya.
Shanti menambahkan, selain dari dokter, informasi mengenai kanker payudara yang paling tepercaya adalah pasien atau penyintas yang berpengalaman atau dari komunitas.

Sumber/Wartawan/Penulis : Detik