SRAGEN—Setelah hampir setahun kosong, kursi empuk Direktur Utama (Dirut) BPR Djoko Tingkir Sragen akhirnya diisi oleh Suraji. Dikukuhkan melalui prosesi pelantikan oleh bupati, Kamis (14/9), Dirut baru itu diminta bisa memperbaiki BPR Djoko Tingkir dengan menurunkan angka kredit macet atau non performed loan (NPL) hingga di bawah angka 5.
Suraji dilantik di Pendapa Rumah Dinas Bupati bersama enam pejabat eselon III dan IV yang tidak bisa hadir saat pelantikan 106 pejabat hasil mutasi besar-besaran pekan lalu. Pengambilan sumpah dipimpin langsung oleh Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati dengan dihadiri seluruh pejabat eselon II.
Suraji akan menjabat selama tiga tahun ke depan dengan status kontrak. Seusai melantik, Yuni menyampaikan, Dirut terpilih harus siap untuk mengemban tanggung jawab. Ia juga menegaskan, menolak usulan perubahan nama BPR Djoko Tingkir yang sempat diajukan beberapa karyawan beberapa waktu lalu. Menurutnya, Djoko Tingkir merupakan nama yang mengandung makna dan maksud yang dalam. “Saya tidak menyetujui dan tetap dengan nama BPR Djoko Tingkir,” tegasnya.
Sementara, terkait harapan, orang nomor satu di jajaran Pemkab Sragen itu meminta Dirut baru bisa memperbaiki manajemen, sehingga bisa menekan angka NPL. Ia menyebut menurunkan NPL dari angka 10 menjadi 7 itu sudah sangat luar biasa. Namun karena NPL di Jateng ada di kisaran 5 sampai 6, ia meminta BPR Djoko Tingkir juga bisa melakukannya.
“BKK Karangmalang saja NPL-nya sampai di angka 4. Makanya saya sangat berharap saya memilih orang yang tepat. Setelah ini dia akan diskusi lebih lanjut dengan saya. Itu yang akan kami tekankan agar NPL bisa diturunkan,” jelasnya.

Sumber/Wartawan/Penulis : Wardoyo