SRAGEN—Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen menyatakan sudah menghubungi semua pemilik PO bus baik antarkota antarprovinsi (AKAP) maupun antarkota dalam provinsi (AKDP) yang melintasi jalur kota untuk tidak nekat menaikturunkan penumpang selain di Terminal Pilangsari.
Hal itu dilakukan menyusul komplain dari awak angkutan kota (angkot) jalur 01 (Pasar Bunder-Pilangsari) yang resah karena merasa terdampak adanya bus-bus AKAP yang nekat mengambil dan menurunkan penumpang di jalur kota sejak jalur Ring Road Selatan diperbaiki.
Kepala Dishub Sragen, Muhari melalui Kabid Angkutan, Bintoro Setyadi mengungkapkan, pihaknya sudah menerima laporan perihal keluhan awak angkot itu. Laporan juga langsung ditindaklanjuti dengan pemberitahuan ke PO-PO terkait, baik AKDP dan utamanya AKAP. Ia mengaku, pemberitahuan tidak hanya lewat tulisan, akan tetapi sudah langsung kepada pemilik PO bus.
“Kemarin sudah kami tindak lanjuti, kami hubungi langsung perusahaannya. Seluruh PO AKAP dan AKDP yang singgah di Terminal Pilangsari. Di sana ada time table semua sudah kita sampaikan. Memang kalau tidak punya time table tidak boleh menaikturunkan penumpang di jalur kota,” ungkapnya, Kamis (14/9).
Bus AKAP yang diperingatkan itu di antaranya PO titisan Sumber Kencono seperti Sugeng Rahayu dan Sumber Selamat. Lantas PO EKA dan MIRA serta beberapa PO AKAP dan AKDP Lainnya.
Bintoro menegaskan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Satlantas Polres Sragen untuk melakukan pengawasan. Jika masih nekat melanggar peringatan itu, maka tidak hanya peringatan, nantinya PO bus yang bersangkutan akan langsung diberikan sanksi penindakan dengan bukti pelanggaran (tilang). Di sisi lain, ia juga berharap kesadaran dan pemakluman dari awak angkot jalur kota.

Sumber/Wartawan/Penulis : Wardoyo