JAKARTA—Politikus muda Partai Golkar, Indra J Piliang dibekuk polisi Rabu (13/9) dan dinyatakan positif mengonsumsi narkoba jenis sabu. Ini berkebalikan dari kebiasaannya di media sosial, yang sering mengomentari sinis pejabat atau artis yang terjerat narkoba.
Beberapa waktu sebelum diciduk Polisi, Indra melontarkan kicauannya dengan mengomentari tokoh figur publik yang terjerat narkoba. Seperti misalnya, kicauan Indra J Piliang pada 8 Oktober 2013 terkait tertangkapnya calon legislatif DPR gara-gara mengisap sabu di rumah.
Ada juga kicauan Indra yang menohok artis Roger Danuarta lantaran terjerat kasus narkoba, di mana Indra J Piliang menyebut dunia artis tak bisa lepas dari narkoba dan menyuruh Roger Danuarta pindah
negara.
Namun faktanya sekarang terbalik, Indra J Piliang giliran terjerat kasus yang sama. Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap Indra dan dua rekannya di salah satu tempat hiburan malam di Taman Sari, Jakarta Barat.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan, ketiganya sudah menjalani tes urine. “Tes urine awal positif. Diduga jenis sabu,” ujar Argo saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (14/9).
Polisi menyita satu set bong dan cangklong bekas pakai serta satu plastik kosong diduga bekas tempat menyimpan narkoba. Polisi mendapatkan informasi dari masyarakat, sebelum melakukan penangkapan. Saat ini, ketiga pelaku telah diamankan di Polda
Metro Jaya.
“Status hukumnya ditentukan dalam 3 x 24 jam, penahanannya juga,” kata Kepala Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono.
Argo mengatakan status hukum Indra Piliang bersama dua rekannya, yakni RF dan MIJ masih terperiksa. Argo menyebutkan penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya akan menuntaskan pemeriksaan terhadap tiga orang itu dan memburu penjual
sabu-sabu.
Indra sudah cukup malang melintang di dunia organisasi, sebelum akhirnya total terjun di dunia politik. Dia pernah terlibat organisasi seperti Koalisi Konstitusi Baru, Koalisi Media, sampai Pokja Papua. Ia pernah bekerja di Centre for Strategic and International Studies (CSIS) sejak 1 Desember 2000 sampai 31 Desember 2008.

Sumber/Wartawan/Penulis : Tribunnews | Detik