LIVERPOOL—Di depan buang-buang peluang, di lini belakang begitu rapuh. Itulah yang dialami oleh Liverpool saat melawan Sevilla di Anfield, Kamis (14/9) dini hari. Kerapuhan lini belakang membuat The Reds harus menerima hasil imbang 2-2 dalam matchday pertama penyisihan grup Liga Champions.
Liverpool bermain imbang 2-2 kala menjamu Sevilla di Anfield, Kamis (14/9) dinihari WIB. Anak-anak Merseyside sempat tertinggal lalu berbalik unggul.
Wissam Ben Yedder membuat suporter tim tamu sudah bersorak di menit kelima. Tapi tuan rumah mampu bangkit dari start buruk itu dan membalikkan keadaan lewat Roberto Firmino dan Mohamed Salah di menit ke-21 dan 37.
Hanya saja buruknya koordinasi lini belakang Liverpool menjadi petaka untuk mereka. Sevilla menyamakan kedudukan di menit ke-72 lewat kaki Joaquin Correa dan membawa pulang satu poin dari lawatan ke Liverpool.
Secara performa, Liverpool sejatinya menjanjikan saat membangun serangan. Namun sementara penyelesaian akhirnya kurang tajam, pertahanan mereka tampil buruk. Hasilnya bisa saja berbeda jika Firmino mampu menyelesaikan penalti dengan baik di menit ke-41.
Jurgen Klopp menyadari minimnya konsentrasi dalam pertahanan Liverpool. Walau begitu, sang manajer bersikeras pembelian satu pemain bukanlah solusinya.
“Ini adalah masalah konsentrasi, bukan hal yang lain. Kami mengawali laga sesuai bayangan saya, kami bisa dominan, memainkan sepakbola, banyak momen bagus, tapi serangan pertama Sevilla malah berbuah gol. Itu adalah gabungan dari kurang beruntung dan terbawa angin – begitulah kami menyebutnya di Jerman.”
The Reds juga mendapat kritik karena gagal mendatangkan bek berkualitas di bursa transfer. Adapun Klopp yakin kedatangan satu pemain takkan bicara banyak.
“Jika masalah ini bisa diselesaikan dengan satu pemain, Anda bisa membayangkan kami akan mengerahkan semua uang kami dan berkata, ‘Ayo, lakukan’. Bukan soal itu, ini adalah persoalan kami yang dominan dan kehilangan genggaman, “ jelasnya.
Selain mengakui rapuhnya lini belakang Liverpool, manajer asal Jerman itu percaya diri dengan basis performa seperti malam tadi, Liverpool bisa memetik hasil-hasil bagus ke depannya. Tapi dengan catatan, bisa menekan kesalahan-kesalahan.
“Kami bagus dalam serangan balik dan itu adalah start yang tak beruntung untuk kami. Hal-hal semacam ini bisa terjadi, tapi reaksi adalah hal yang paling penting. Kami bisa saja mencetak gol lebih sering, tapi kalau kami terus bermain seperti ini kami akan dapat poin-poin penuh. Kalau saat ini, rasanya memang tak sempurna,” jelas dia.


Sumber/Wartawan/Penulis : Antara | Detik